Top Banner
AdventorialKutim

Pemkab Kutim Berkomitmen Mengintegrasikan Aspirasi Anak ke Program Daerah

349
×

Pemkab Kutim Berkomitmen Mengintegrasikan Aspirasi Anak ke Program Daerah

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) berkomitmen mengintegrasikan delapan poin aspirasi Forum Anak Kutim ke dalam program strategis perangkat daerah. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman setelah menerima dokumen “Suara Anak Kutai Timur” dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026.

Aspirasi disampaikan langsung oleh perwakilan Forum Anak Kutim, Nona Anggun dan Randy Pieter Hutagalung, di GSG Bukit Pelangi. Keduanya menyampaikan poin-poin yang dirumuskan berdasarkan hasil jaring aspirasi anak-anak dari seluruh kecamatan di Kutim.

Delapan aspirasi tersebut meliputi pemerataan pendidikan dan transportasi, internet aman dan ramah anak, pemberantasan perundungan, lingkungan bebas asap rokok, fasilitas ramah disabilitas, RTH dan taman bermain, pencegahan pernikahan usia dini, serta partisipasi anak dalam pembangunan.

Pada bidang pendidikan, Forum Anak meminta transportasi sekolah yang aman dan layak bagi anak-anak di pelosok serta kawasan pesisir. Mereka juga mendorong pengawasan konten digital dan penyediaan ruang literasi digital yang sehat.

Untuk persoalan perundungan, Forum Anak meminta pembentukan satgas khusus serta mekanisme pengaduan yang aman dan terjamin kerahasiaannya. Mereka juga mengusulkan lingkungan keluarga dan ruang publik bebas asap rokok.

Sementara itu, fasilitas publik dan sekolah ramah disabilitas menjadi aspirasi kelima. Forum Anak juga meminta RTH serta taman bermain yang aman dan mudah dijangkau di setiap kecamatan.

Pada bidang perlindungan anak, mereka mendorong pencegahan pernikahan usia dini melalui edukasi kesehatan reproduksi dan pendampingan sebaya. Forum Anak juga meminta ruang partisipasi dalam setiap Musrenbang dari tingkat desa hingga kabupaten.

Bupati Ardiansyah mengatakan pemerintah daerah akan menjadikan aspirasi tersebut sebagai masukan dalam penyusunan program.

“Suara yang disampaikan oleh Nona Anggun dan Randy Pieter tadi adalah cermin jujur dari apa yang dirasakan anak-anak kita. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berkomitmen mengintegrasikan poin-poin aspirasi ini ke dalam program strategis Perangkat Daerah, mulai dari Wajib Belajar 13 Tahun, bantuan sekolah gratis, hingga pembangunan RTH kecamatan,” tegas Ardiansyah.

Ketua Umum LPAI Seto Mulyadi turut memberikan apresiasi dan mendorong Forum Anak menjalankan perannya sebagai Pelopor dan Pelapor.

“Nona Anggun, Randy, dan seluruh jajaran Forum Anak Kutim adalah agen perubahan. Tetaplah menjadi anak-anak yang berani menyuarakan kebaikan, merangkul sesama, dan menginspirasi lewat karya-karya positif,” tutur Kak Seto.(adv)

Total Views: 338

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *