Bengalon, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Bengalon resmi menginisiasi pembentukan dan sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kecamatan Bengalon.
Langkah strategis yang mengusung tema “Mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui Generasi Berkualitas, Berkarakter, dan Berdaya Saing” tersebut diselenggarakan di Ruang Pertemuan Kantor Camat Bengalon sebagai respons aktif daerah dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini.
Pelaksana Harian (Plh) Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kutai Timur, Yuriansyah T, menegaskan bahwa program SSK memegang peranan krusial dalam menghadapi puncak bonus demografi—fase di mana jumlah penduduk usia produktif jauh melampaui usia non-produktif.
“Peluang besar pembangunan ini hanya bisa dipetik jika kita menyiapkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Sebaliknya, bonus demografi berisiko menjadi beban jika generasi muda tidak dibekali pengetahuan, keterampilan, karakter, dan perencanaan masa depan yang matang,” ujar Yuriansyah saat membuka perhelatan tersebut.
Ia menjelaskan, SSK dirancang untuk membentuk pola pikir, pemahaman, dan perilaku siswa melalui pengintegrasian materi kependudukan, keluarga berencana, serta pembangunan keluarga secara substantif ke dalam kurikulum pembelajaran. Keberhasilan program ini, menurutnya, menuntut komitmen dan kolaborasi lintas sektor yang kuat, mulai dari DPPKB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, hingga para tenaga pendidik di lapangan.
Senada dengan hal itu, Plh Kasi Pembentukan Masyarakat dan Desa Kecamatan (PMDK) Bengalon, Marnawati, menekankan pentingnya peran guru sebagai motor penggerak edukasi kependudukan di lingkungan sekolah.
“Para guru diharapkan dapat menyisipkan materi kependudukan ke dalam kurikulum pembelajaran, sekaligus tampil sebagai agen perubahan yang mencetak generasi sehat, berkualitas, dan sadar kependudukan,” tutur Marnawati.
Selain dihadiri oleh Kepala Bidang Dalduk DPPKB Kutim Tristiningsih, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam), serta perwakilan sekolah SD/MI dan SMP/MTs se-Kecamatan Bengalon, kegiatan ini juga dibekali materi komprehensif dari sejumlah narasumber ahli.
Yulianto dari Kemendukbangga RI Perwakilan Kaltim memaparkan teknis implementasi pendidikan kependudukan pada SSK, sementara Karisya Humaira mengupas arah kebijakan serta strategi kerja sama. Tak ketinggalan, Kuncoro dari SMAN 1 Sangatta Selatan turut membagikan best practice atau praktik baik keberhasilan penerapan SSK di sekolahnya.
Inisiatif kolaboratif ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi mampu menjadikan sekolah-sekolah di Kecamatan Bengalon sebagai percontohan (pilot project) dan pemicu akselerasi pengembangan Sekolah Siaga Kependudukan di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Timur.(ADV/prokopim/Kutim)













