Top Banner
AdventorialKutim

Bengalon Siapkan Geopark sebagai Ruang Konservasi, Edukasi, dan Penguatan Identitas Daerah

371
×

Bengalon Siapkan Geopark sebagai Ruang Konservasi, Edukasi, dan Penguatan Identitas Daerah

Sebarkan artikel ini

BENGALON – Pemerintah Kecamatan Bengalon memandang proses penilaian Geopark Nasional sebagai langkah strategis untuk memperkuat pelestarian alam sekaligus menjaga warisan budaya yang telah menjadi identitas masyarakat selama bertahun-tahun. Pengakuan sebagai Geopark Nasional diyakini akan membuka peluang lebih besar bagi pengelolaan kawasan yang berkelanjutan.

Optimisme tersebut mengemuka saat Tim Penilai Geopark Nasional dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama perwakilan pemerintah pusat melakukan validasi lapangan di sejumlah titik yang diusulkan sebagai kawasan Geopark di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Camat Bengalon Muhammad Harun Al Rasyid mengatakan, kehadiran tim penilai menjadi tahapan penting dalam proses penetapan kawasan Geopark Nasional. Ia berharap seluruh proses berjalan lancar sehingga potensi alam yang dimiliki Bengalon dapat memperoleh pengakuan di tingkat nasional.

“Potensi di Kecamatan Bengalon sangat besar jika sudah resmi menjadi Geopark Nasional,” ujar Harun dalam siaran pers yang diterima beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kawasan karst Bengalon memiliki nilai geologi yang tinggi sekaligus menjadi bagian dari ruang hidup masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara seimbang dengan memperhatikan aspek lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat.

Harun menegaskan bahwa konsep Geopark tidak hanya berorientasi pada perlindungan situs geologi. Lebih jauh, keberadaannya harus mampu mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi, serta memperkuat identitas budaya lokal.

Beragam tradisi yang masih bertahan hingga kini menjadi modal penting dalam pengembangan Geopark. Tradisi tersebut meliputi Festival Pantai Sekerat, upacara adat Belian, Tepian Budaya, ritual Mecaq Undat sebagai ungkapan syukur atas panen padi, serta berbagai upacara adat masyarakat di Muara Bengalon.

“Harapan kami kelestarian alam, lingkungan, khususnya budaya yang ada di Bengalon ini bisa kita pelihara sampai ke anak cucu kita. Kita ingin mengangkat brand lokal Bengalon melalui momentum Geopark ini,” katanya.

Di sisi lain, Bengalon juga memiliki kekayaan hayati berupa Buah Bengalon yang diyakini menjadi asal-usul nama wilayah tersebut. Flora endemik itu kini semakin langka sehingga menjadi bagian penting dalam upaya konservasi.

Keunggulan kawasan Geopark turut diperkuat dengan keberadaan Gunung Gergaji di Desa Tepian Langsat yang memiliki bentang alam karst serta Goa Tewet sebagai situs bernilai ilmiah, sejarah, dan edukasi. Pemerintah Kecamatan Bengalon berharap penetapan Geopark Nasional nantinya mampu memperkuat perlindungan kawasan, mengembangkan pariwisata berbasis konservasi, serta memastikan kekayaan alam dan budaya Bengalon tetap lestari bagi generasi mendatang.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 362

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *