Top Banner
AdventorialKutim

Dinkes Kutim Tingkatkan Kesiapan Petugas KesehatanTangani Pasien Stroke

311
×

Dinkes Kutim Tingkatkan Kesiapan Petugas KesehatanTangani Pasien Stroke

Sebarkan artikel ini

SANGATTA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memberikan pembekalan kepada petugas ambulans desa, sopir ambulans, PSC/PSC 119, dan petugas Puskesmas untuk meningkatkan kemampuan menangani pasien stroke. Pembekalan tersebut ditujukan agar penanganan awal dan proses evakuasi pasien dapat dilakukan dengan tepat.

Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan edukasi kepada masyarakat mengenai stroke sebenarnya telah berjalan melalui berbagai kegiatan. Namun, petugas yang berada di lapangan tetap perlu mendapatkan pembekalan khusus karena menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan pasien saat proses evakuasi.

“Banyak penanganan stroke, kejadian stroke di rumah, itu mungkin karena mereka tidak paham. Cara mengangkatnya ternyata salah, penanganan awal sebelum ke rumah sakit juga salah, akhirnya malah memperberat kondisi pasien,” ujar Yuwana usai kegiatan Rakor KPAD di Ruang Arau Kantor Bupati Kutim, Senin (10/8/2026).

Menurut Yuwana, kesalahan saat memberikan pertolongan awal dapat memperburuk kondisi pasien. Karena itu, petugas Puskesmas maupun layanan ambulans perlu memahami langkah penanganan yang tepat sebelum pasien mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan.

Selain ketepatan penanganan, waktu menjadi faktor penting dalam kasus stroke. Yuwana mengingatkan masyarakat agar segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan ketika mengalami gejala stroke.

“Untuk stroke ini ada golden period. Dalam waktu enam jam itu sudah harus segera tertangani. Kalau tidak tertangani biasanya agak susah, apalagi kalau ada pendarahan otak,” ujarnya.

Dinkes Kutim juga mencermati tren kasus stroke yang disebut cukup tinggi dan cenderung meningkat. Perubahan pola hidup masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor yang berpengaruh.

“Yang jelas trennya ada kenaikan, karena ini termasuk penyakit akibat gaya hidup, perubahan gaya hidup,” katanya.

Untuk menunjang pelayanan, RSUD Kudungga Kutim telah memiliki CT scan dan MRI. Selain itu, tersedia dua dokter spesialis bedah saraf, yaitu dr Heru dan dr Mirza.

“Alhamdulillah di RSUD Kudungga kita punya dua orang dokter spesialis bedah saraf, yaitu dr Heru dan dr Mirza. Untuk alat-alat kita juga sudah sangat menunjang,” katanya.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *