Top Banner
AdventorialKutim

SAFEBRO dan SIGMA AI, Gagasan Zahra untuk Mewujudkan Keselamatan Jalan

332
×

SAFEBRO dan SIGMA AI, Gagasan Zahra untuk Mewujudkan Keselamatan Jalan

Sebarkan artikel ini

SAMARINDA – Keselamatan berlalu lintas menjadi perhatian Zahra, siswi SMA Negeri 1 Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur. Melalui inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI), ia mengembangkan dua gagasan yang mengantarkannya meraih Juara 3 Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2026.

Kompetisi yang berlangsung di Hotel Five Samarinda tersebut diikuti 27 peserta dari tujuh kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Zahra berhasil masuk tiga besar melalui karya tulis berjudul “SAFEBRO dan SIGMA AI: Inovasi Teknologi dan Etika Transportasi Berbasis Artificial Intelligence untuk Mewujudkan Keselamatan Jalan di Era Digital.”

Karya yang mulai dikerjakan sejak Juni 2026 itu menawarkan dua pendekatan dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas. SAFEBRO atau Smart Awareness for Ethical Behaviour on Roads diarahkan untuk membangun kesadaran dan etika pengguna jalan.

Platform tersebut menyediakan edukasi mengenai rambu lalu lintas, penggunaan helm, serta etika berkendara. SAFEBRO juga menghadirkan Safe Challenge sebagai konsep gamification untuk membuat edukasi keselamatan lebih menarik bagi pelajar.

Selain itu, terdapat fitur Safe Report yang memungkinkan pengguna menyampaikan informasi mengenai kondisi jalan di lingkungan sekitar. Dengan fitur tersebut, pengguna tidak hanya memperoleh edukasi, tetapi juga dapat berpartisipasi memberikan informasi terkait keselamatan lalu lintas.

Sementara SIGMA AI atau Smart Integrated Guardian for Motorcycle Access memiliki fungsi berbeda. Sistem tersebut dirancang menggunakan teknologi AI untuk mendeteksi penggunaan helm berstandar SNI sebelum kendaraan dioperasikan.

Ia berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai karya tulis atau konsep aplikasi. Zahra ingin SAFEBRO dan SIGMA AI dapat diuji dan dikembangkan bersama Dinas Perhubungan.

“Saya berharap ini tidak hanya berhenti sebagai aplikasi atau karya tulis. Saya ingin SAFEBRO dan SIGMA AI bisa diuji dan dikembangkan bersama Dinas Perhubungan, sehingga kalau memang sudah layak, nantinya bisa diterapkan secara bertahap,” katanya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kutai Timur, Masrianto Suriansyah, menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, prestasi Zahra menjadi bukti bahwa pelajar dapat ikut berkontribusi dalam membangun budaya keselamatan transportasi.

“Ini tentu membanggakan, karena mereka bukan hanya datang untuk mengikuti kegiatan, tetapi juga membawa gagasan dan inovasi tentang keselamatan transportasi,” ujar Masrianto.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 320

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *