Top Banner
AdventorialKutim

Hotspot Karhutla di Kutim Menurun, Luas Lahan Terbakar Capai 68,3 Hektare

332
×

Hotspot Karhutla di Kutim Menurun, Luas Lahan Terbakar Capai 68,3 Hektare

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat tren penurunan jumlah titik panas atau hotspot dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, kesiapsiagaan tetap diperketat karena luas lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah mencapai 68,3 hektare hingga 22 Agustus 2026.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPBD Kutim Sulastin dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, jajaran Forkopimda, serta perwakilan perusahaan.

Sulastin mengatakan jumlah kemunculan titik api harian mengalami penurunan dibandingkan kondisi sebelumnya. BPBD mencatat rata-rata kemunculan titik api yang sebelumnya mencapai empat hingga lima titik per hari, kini berada di kisaran dua titik.

“Jika pada kondisi sebelumnya rata-rata tercatat empat hingga lima titik api per hari, dalam pemantauan terbaru jumlah tersebut turun menjadi sekitar dua titik,” sebutnya.

Meski terjadi penurunan, BPBD tetap mengingatkan seluruh pihak agar tidak menganggap ancaman karhutla telah berakhir. Bara dari lokasi pembakaran yang belum benar-benar padam masih dapat kembali memicu kebakaran.

“Contohnya saja kejadian di lapangan di mana sebuah titik api sempat ditinggal oleh pemiliknya, sehingga bara api merambat kembali dan memaksa tim gabungan untuk turun tangan melakukan pemadaman ulang meskipun personel sejatinya telah kembali dari lokasi,” tambahnya.

Berdasarkan rekapitulasi sementara, total lahan terdampak karhutla di Kutim mencapai 68,3 hektare. Data tersebut masih dalam proses pendataan dan validasi bersama pemerintah kecamatan karena terdapat laporan dari sejumlah wilayah yang belum selesai diverifikasi.

Untuk memperkuat respons, BPBD telah menyiagakan posko utama di Kantor BPBD Kutim. Posko pendukung di tingkat kecamatan, termasuk di Kantor Camat Sangatta Selatan, juga terus dioptimalkan.

BPBD turut menginventarisasi peralatan dan meminta seluruh kecamatan membentuk posko operasional siaga karhutla. Dukungan Forkopimda serta partisipasi masyarakat dalam melaporkan titik api dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 314

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *