Top Banner
AdventorialKutim

Karhutla Mengancam di Musim El Nino, Kutim Perkuat Kesiagaan hingga Tingkat Desa

344
×

Karhutla Mengancam di Musim El Nino, Kutim Perkuat Kesiagaan hingga Tingkat Desa

Sebarkan artikel ini

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akibat musim kering ekstrem yang dipengaruhi fenomena El Nino. Penguatan penanganan dilakukan hingga tingkat kecamatan dan desa.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla di Aula BPBD Kutim, Senin (24/8/2026). Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah unsur terkait, termasuk Kepala BPBD Kutim Sulastin, Dandim 0909/KTM Letkol Czi Zaenal Abidn, Kapolres Kutim AKBP Aryansyah, perwakilan Lanal Sangatta, Dinas Damkar dan Penyelamatan, Satpol PP, perusahaan, organisasi masyarakat, camat, kepala desa, dan Manggala Agni.

Dalam arahannya, Ardiansyah meminta seluruh pihak tetap waspada meski kondisi asap pekat saat ini mayoritas masih melanda sejumlah wilayah Kalimantan bagian selatan dan tengah.

Menurutnya, Kutim telah melakukan mitigasi sejak sebelumnya sehingga memiliki kesiapan untuk menghadapi potensi peningkatan titik api maupun kiriman asap.

“Kita di Kutai Timur alhamdulillah sudah melakukan mitigasi sebelumnya,” kata Ardiansyah.

Ia menginstruksikan BPBD mengoptimalkan posko utama setiap saat. Posko di kecamatan dan desa juga diminta meningkatkan koordinasi dan menyampaikan perkembangan kondisi secara berjenjang.

Koordinasi dengan Manggala Agni, pemerintah desa, dan unsur terkait lainnya dinilai penting untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat ditangani sejak awal.

Ardiansyah juga menaruh perhatian terhadap aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan masyarakat. Ia meminta kebiasaan tersebut dihentikan sementara karena kondisi cuaca kering dapat membuat api mudah menyebar.

“Sekecil apapun api yang kita temui, baik di jalan atau di pekarangan warga yang dibersihkan setiap sore, tolong itu dihentikan dulu,” ujarnya.

Ia menegaskan api kecil sekalipun perlu segera dipadamkan agar tidak berkembang menjadi titik panas yang lebih luas.

Selain penguatan posko, Pemkab Kutim juga melaporkan langkah strategis kepada Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud. Di antaranya penerapan posko utama sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri serta penegakan hukum terhadap pihak yang melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Ardiansyah juga meminta media massa memastikan informasi hotspot yang disampaikan kepada masyarakat berasal dari data yang akurat dan terkini melalui koordinasi dengan posko utama BPBD.

Meski kondisi udara di Sangatta masih aman, masyarakat dan petugas tetap diminta berjaga-jaga serta menggunakan masker untuk mengantisipasi dampak asap.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 332

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *