SANGATTA — Waktu persiapan yang hanya 14 hari tidak menyurutkan optimisme tim pelatih Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menghadapi upacara HUT ke-81 Republik Indonesia.
Latihan yang dimulai sejak 30 Juli 2026 tersebut kini telah memasuki tahap akhir. Pelatih Paskibraka Kutim Wahyu Winarko mengatakan tingkat kesiapan pasukan telah mencapai sekitar 80 persen.
“Ya, syukur alhamdulillah, dengan keterbatasan waktu pelatihan yang kurang lebih sekitar dua minggu, proses pelatihan alhamdulillah sudah berjalan dengan baik. Untuk persentase, semua materi dan formasi sudah kita berikan, ini sudah tahap sekitar 80 persen,” ujarnya.
Seluruh materi inti dan formasi baris-berbaris telah diberikan kepada anggota. Tim pelatih kini tinggal menyempurnakan gerakan sekaligus membangun kepercayaan diri para anggota agar tidak gugup ketika menjalankan tugas.
“Tinggal pemoles-pemolesannya saja, jangan sampai nanti gugup, kemudian gerakannya harus penuh tenaga dan lain-lain,” ungkap Wahyu.
Sebanyak 36 pelajar terpilih menjadi anggota Paskibraka Kutim tahun ini. Komposisinya terdiri atas 18 putra dan 18 putri dari beberapa kecamatan. Mereka sebelumnya telah menjalani proses seleksi selama sekitar satu bulan.
Dalam proses pembinaan, tim pelatih mendapat dukungan dari unsur Kodim, Lanal dan Polres. Tim medis juga disiapkan untuk mendampingi anggota selama menjalani latihan.
“Alhamdulillah kita punya tim yang sangat luar biasa, baik dari pelatih rekan-rekan Kodim, Lanal, dan kami dari Polres, ada enam personel. Tim medis juga selalu mendampingi selama proses pelaksanaan pelatihan,” tutur Wahyu.
Menurut Wahyu, singkatnya masa pelatihan merupakan tantangan, bukan hambatan. Tim pelatih berupaya menyesuaikan pola pembinaan agar seluruh anggota mampu mencapai kesiapan yang dibutuhkan.
“Hanya 14 hari latihan sebenarnya itu menjadi tantangan, bukan hambatan bagi kami tim pelatih yang sudah bertahun-tahun menggelutinya. Kami berunding bagaimana caranya mendidik adik-adik ini agar sukses mengibarkan bendera nanti,” tegasnya.
Setelah latihan mandiri berakhir, seluruh anggota akan menjalani gladi sebagai tahapan menuju pelaksanaan upacara.
Wahyu berharap kondisi kesehatan para anggota tetap terjaga hingga hari pelaksanaan. Ia juga meminta dukungan masyarakat dan orang tua.(ADV/prokopim/Kutim)













