Top Banner
AdventorialKutim

Musim Kering, Pemkab Kutim Perketat Kewaspadaan Karhutla

340
×

Musim Kering, Pemkab Kutim Perketat Kewaspadaan Karhutla

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) seiring kondisi musim kering. Pemerintah meminta masyarakat dan seluruh pihak memperketat kewaspadaan serta menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menekankan larangan melakukan pembakaran terbuka, baik untuk membersihkan lahan maupun membakar ranting dan material kering di sekitar rumah.

“Kita minta kepada masyarakat, semua pihak, tidak hanya masyarakat, siapapun. Jangan membakar lahan sekecil apapun. Atau jangan membakar ranting-ranting kayu yang ada berserakan di halaman sekecil apapun,” ujarnya saat ditemui di area Jalan H Abdullah Kenyamulan, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, kondisi musim kering membuat material seperti ranting dan daun lebih mudah terbakar. Api yang awalnya berasal dari aktivitas sederhana juga dapat menyebar apabila terbawa angin.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap pembakaran dalam skala kecil sebagai aktivitas yang aman. Pencegahan dinilai lebih penting untuk menghindari munculnya kebakaran yang dapat meluas.

Ardiansyah juga mengingatkan masyarakat yang merokok agar memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang. Puntung rokok yang masih menyala dapat menjadi sumber api ketika bersentuhan dengan material kering.

“Mungkin juga yang merokok, hati-hati membuang puntung rokoknya. Kalau bisa sebelum dibuang itu pastikan sudah padam,” tambahnya.

Selain imbauan pencegahan, Pemkab Kutim bersama Forkopimda juga menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran. Pemerintah telah memasang spanduk imbauan dan menyiagakan posko utama di BPBD serta sejumlah wilayah kecamatan yang dinilai rawan.

Ardiansyah mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi dan menangani kebakaran sejak awal. Warga diminta segera melapor apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar.

“Pertama segera lakukan pemadaman. Kedua segera laporkan di call center yang ada kepada BPBD, nanti semua akan bergerak dengan tim-tim yang ada,” pesannya.

Menurut Bupati, kecepatan laporan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Dengan informasi yang cepat, tim dapat segera bergerak menuju lokasi dan melakukan pemadaman sebelum api berkembang lebih luas.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 328

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *