Top Banner
AdventorialKutim

Aksara Fest 2026 Dorong Mahasiswa Kutim Kuasai Teknologi dan Perkuat Kolaborasi

339
×

Aksara Fest 2026 Dorong Mahasiswa Kutim Kuasai Teknologi dan Perkuat Kolaborasi

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Mahasiswa di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) didorong untuk meningkatkan kemampuan digital dan memperkuat kolaborasi lintas perguruan tinggi melalui Aksara Fest 2026. Kegiatan yang merupakan singkatan dari Akselerasi Karya dan Inovasi Mahasiswa tersebut digelar Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan Syariah di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim, Senin (27/7/2026).

Kegiatan mengusung tema “Membangun Mahasiswa Adaptif melalui Kolaborasi, Kreativitas dan Inovasi Digital”. Aksara Fest menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi sekaligus memperluas jejaring antarperguruan tinggi.

Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim Mulyono yang hadir mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi di Kutim turut terlibat, termasuk STAIS, STIE dan STIPER.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Syariah STAIS sekaligus penanggung jawab kegiatan, Bella Putri Agustina, mengatakan Aksara Fest dirancang tidak hanya sebagai kegiatan pengembangan kapasitas, tetapi juga sebagai sarana silaturahmi mahasiswa.

“Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat bagi teman-teman mahasiswa. Selain menjadi ajang silaturahmi lintas organisasi dan kampus, Aksara Fest juga menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi mahasiswa,” ujar Bella.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Mahasiswa diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi secara bijak untuk menunjang proses belajar dan menghasilkan karya.

“AI dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan mahasiswa, tetapi bukan sebagai pengganti pemikiran kita,” tegasnya.

Bella menjelaskan, peserta juga mengikuti workshop yang mendorong penerapan ilmu dalam bentuk karya digital, poster maupun karya kreatif lainnya.

Sementara itu, Mulyono mengapresiasi pelaksanaan Aksara Fest 2026. Menurutnya, penguatan kemampuan digital mahasiswa diperlukan untuk menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

“Harapannya kegiatan ini dapat memberikan dampak bagi Kutai Timur. Kita harus terus membangun kolaborasi karena Kutai Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penyangga IKN,” ujar Mulyono.

Ia menambahkan mahasiswa harus mampu menjadikan perkembangan teknologi sebagai peluang.

“Jangan sampai kita hanya menjadi pengguna. Bagaimana teknologi itu dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan inovasi dan memberikan manfaat bagi daerah,” lanjutnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Kutim diharapkan memiliki kemampuan beradaptasi, kreativitas, inovasi dan jejaring kolaborasi yang dapat menjadi modal untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 333

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *