Top Banner
AdventorialKutim

KPC Dukung Lamin Adat Rindang Benua, Digadang Jadi Pusat Budaya dan Wisata

354
×

KPC Dukung Lamin Adat Rindang Benua, Digadang Jadi Pusat Budaya dan Wisata

Sebarkan artikel ini

SANGATTA SELATAN – Lamin Adat Dayak di Dusun Rindang Benua, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur (Kutim), mulai dibangun dan diproyeksikan menjadi pusat kegiatan budaya sekaligus potensi destinasi wisata berbasis budaya. Pembangunan tersebut mendapat dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Kaltim Prima Coal (KPC) Tahun 2026.

Pembangunan juga melibatkan masyarakat melalui swadaya dan gotong royong. Tahap awal pembangunan ditandai dengan pemasangan tiang utama di Dusun Rindang Benua KM 10. Prosesi berlangsung setelah kegiatan ramah tamah dan doa bersama.

Deputi General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) KPC M Munir Zein Damar mengatakan keterlibatan masyarakat dalam pemasangan tiang utama mencerminkan semangat kebersamaan dalam pembangunan Lamin.

“Tiang ini kita dirikan sebagai bentuk gotong royong dan semangat persatuan,” ujar Damar.

Ia menjelaskan Lamin Adat tidak hanya ditujukan sebagai tempat kegiatan adat dan musyawarah masyarakat Dayak. Keberadaannya diharapkan dapat menjadi ruang pengembangan seni, kerajinan dan kegiatan budaya secara berkelanjutan.

Menurut Damar, kegiatan budaya yang rutin digelar dapat membuat Rindang Benua memiliki daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan. Dampaknya diharapkan turut membuka peluang ekonomi bagi warga setempat.

“Secara tidak langsung akan menghidupkan ekonomi warga dari kesenian dan kerajinan yang ditawarkan di sini,” katanya.

Ia juga memaknai nama Rindang Benua sebagai gambaran rumah yang teduh dan menenteramkan. Karena itu, Lamin diharapkan dapat menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat Dayak Kenyah maupun masyarakat dari latar belakang lainnya yang tinggal di sekitar wilayah tersebut.

Kepala Dispusip Kutim M Ayub menyampaikan apresiasi atas dukungan KPC terhadap pembangunan Lamin. Menurut Ayub, dukungan tersebut menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian budaya Dayak, khususnya di Sangatta Selatan.

Ayub berharap Rindang Benua dapat berkembang menjadi pusat kegiatan budaya Dayak di Kalimantan Timur.

“Suatu saat nanti Dusun Rindang Benua akan menjadi tuan rumah pesta adat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” ungkapnya.

Ia menyebut Lamin memiliki bentuk besar dan nilai ikonik yang tinggi sehingga sejalan dengan pengembangan potensi budaya dan pariwisata daerah.

Pembangunan Lamin melibatkan berbagai unsur masyarakat, pemerintah dan dunia usaha. Kegiatan pemasangan tiang utama turut dihadiri Camat Sangatta Selatan Dewi Dohi, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, perwakilan Desa Pinang Raya, Kepala Dusun Rindang Benua Sekimin, tokoh adat dan masyarakat serta jajaran manajemen KPC.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 348

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *