Top Banner
AdventorialAdventorial DPRD PPU

DPRD PPU Soroti Potensi Sungai Tunan, Dinilai Bisa Jadi Alternatif Air Baku

268
×

DPRD PPU Soroti Potensi Sungai Tunan, Dinilai Bisa Jadi Alternatif Air Baku

Sebarkan artikel ini

‎PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinilai memiliki sejumlah potensi sumber air baku yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Salah satu yang disoroti DPRD adalah Sungai Tunan yang disebut memiliki debit air lebih besar.
‎
‎Wakil Ketua I DPRD PPU, Syahrudin M Noor, mengatakan pilihan sumber air baku sebenarnya cukup banyak. Menurutnya, terdapat sejumlah sungai yang dapat menjadi alternatif bagi Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT).
‎
‎“Sebenarnya sumber air baku itu banyak, cuma tergantung PDAM maunya sumber airnya dari mana. Karena kita kan banyak sungai, termasuk Sungai Tunan, ada Sungai Longkali,” ujarnya, Rabu (2/9/2026).
‎
‎Syahrudin mempertanyakan alasan belum dimanfaatkannya Sungai Tunan sebagai salah satu pilihan sumber air baku. Ia menilai potensi debit sungai tersebut cukup besar dibandingkan sumber air yang saat ini menjadi perhatian.
‎
‎“Kenapa waktu itu nggak disodet Sungai Tunan sana? Sumber air bakunya besar, kan itu Sungai Tunan. Tapi nggak dilakukan,” tuturnya.
‎
‎Menurutnya, pemilihan sumber air baku tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air, tetapi juga membutuhkan perhitungan terhadap biaya pembangunan dan pengelolaan. Namun, kapasitas sumber air dinilai tetap menjadi pertimbangan penting.
‎
‎“Kalau air baku memang butuh biaya, kan. Tapi saya kira tidak sedikit juga biaya yang di-Lawe-Lawe ini, tapi kita tahu kan sumber air bakunya kecil di situ,” lanjutnya.
‎
‎Ia mengatakan kondisi sumber air dengan debit terbatas akan semakin terasa ketika musim kemarau. Penurunan debit juga dapat dipengaruhi kondisi sumber air di bagian hulu.
‎
‎“Kalau kondisi sekarang ini kalau kemarau ya mau nggak mau pasti paceklik lah terhadap air, karena hulunya juga, sumbernya juga nggak seberapa debitnya,” jelas Syahrudin.
‎
‎Syahrudin menilai PPU tidak kekurangan pilihan sumber air baku. Persoalannya, menurut dia, tinggal bagaimana Perumda menentukan sumber yang paling memungkinkan untuk dikembangkan sesuai kebutuhan pelayanan air bersih.
‎
‎“Jadi sebenarnya kita sumber air nggak kewalahan. Tinggal PDAM-nya lagi mencari sumber air bakunya dari mana,” ucapnya.
‎
‎Ia berharap potensi sungai yang ada dapat dikaji secara lebih serius sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang penyediaan air bersih di PPU.
‎
‎“Jadi konsentrasi kita sebenarnya di situ, daripada menghabiskan membesarkan Lawe-Lawe dengan begitu kondisi kemarau. Jadi itulah kondisi yang harus kita peduli,” pungkasnya.(adv)

Total Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *