PENAJAM – Terobosan diambil Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) dalam mengoptimalkan program bantuan pendidikan bagi anak-anak di Benuo Taka. Melalui program unggulan Kartu Penajam Cerdas (KPC), Pemkab PPU memutuskan untuk menyalurkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp600 ribu per siswa bagi murid kelas I SD dan kelas VII SMP pada tahun ajaran 2026/2027.
Kebijakan ini menjadi angin segar yang membedakan Pemkab PPU dari daerah lain. Dibandingkan memaksakan pengadaan seragam sekolah dalam bentuk fisik melalui penunjukan vendor atau pihak ketiga, skema dana transfer langsung ini dinilai jauh lebih tepat sasaran, efisien, dan transparan.
Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan bahwa keputusan ini berorientasi pada kemudahan orang tua serta meminimalisir kendala teknis logistik yang kerap terjadi saat pengadaan massal.
“Siswa di Penajam itu sekitar 30 ribu lebih, hampir 40 ribu. Gimana cara mengukurnya, penjahitnya seberapa mampu, kalau bikin seragam bisa dua tahun baru jadi. Belum lagi kalau tukang ukurnya salah, ada yang kekecilan atau kebesaran. Makanya kita berikan dalam bentuk uang tunai, itu jauh lebih praktis dan akurat,” ujarnya, Jumat (11/9/2026).
Dengan dana tunai yang masuk langsung ke kantong orang tua, Pemkab PPU memberikan kebebasan penuh bagi setiap keluarga untuk menentukan skala prioritas kebutuhan sekolah anak mereka. Bantuan Rp600 ribu tersebut tidak hanya terpaku pada seragam, tetapi juga bebas dibelanjakan untuk sepatu, tas, maupun alat tulis tanpa perlu tertahan proses lelang yang memakan waktu.
Dampak positifnya pun tidak berhenti di lingkungan sekolah. Skema tunai ini secara langsung menghidupkan ekosistem UMKM dan pedagang perlengkapan sekolah di wilayah Penajam Paser Utara. Ribuan orang tua murid kini berbelanja langsung di toko-toko lokal dan penjahit sekitar, sehingga roda perekonomian daerah berputar lebih cepat.
“Kami berharap skema tunai ini tidak hanya mempercepat pemenuhan kebutuhan sekolah siswa di awal tahun ajaran, tetapi juga turut menggerakkan roda ekonomi lokal, khususnya para pedagang perlengkapan sekolah dan UMKM,” pungkas Mudyat.
Melalui komitmen Kartu Penajam Cerdas, Pemkab PPU membuktikan bahwa pelayanan publik yang efektif berawal dari solusi terencana yang berpihak pada kesejahteraan rakyat dan kemajuan ekonomi daerah. (adv)












