Top Banner
Pemkab PPU

Pemkab PPU Dorong Percepatan Pembangunan Pelabuhan Nenang

326
×

Pemkab PPU Dorong Percepatan Pembangunan Pelabuhan Nenang

Sebarkan artikel ini
Bupati PPU Mudyat Noor

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) terus menggenjot langkah-langkah strategis guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mengoptimalkan potensi besar sektor kelautan yang dimiliki wilayahnya. Salah satu terobosan konkret yang kini tengah didorong secara serius adalah rencana usulan pembangunan Pelabuhan Nenang, yang diproyeksikan bakal menjadi pusat kegiatan ekonomi baru di kawasan perairan PPU.

Bupati PPU, Mudyat Noor, menyatakan usulan pembangunan Pelabuhan Nenang memiliki tingkat urgensi yang sangat tinggi bagi masa depan daerah. Keberadaan infrastruktur pelabuhan modern ini dinilai bakal membawa dampak positif yang signifikan serta memberikan kemanfaatan yang luar biasa bagi kemajuan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat PPU secara menyeluruh.

“Sebetulnya kalau kita bilang urgensi, ini sangat urgensi sekali. Dari pelabuhan itu nantinya akan memberikan PAD yang besar bagi pemerintah dan kemanfaatan yang luar biasa bagi Kabupaten Penajam Paser Utara,” ungkap Mudyat, Kamis (15/10/2026).

Mudyat menambahkan, tingginya aktivitas serta kesibukan lalu lintas kelautan di kawasan pantai Penajam selama ini belum terkelola dan tergali secara maksimal untuk menyumbangkan penerimaan bagi keuangan daerah. Katanya, pihak pemerintah daerah saat ini sedang menyiapkan berbagai persiapan teknis dan administratif secara matang, termasuk di antaranya adalah proses pembentukan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang ditargetkan rampung pada bulan depan.

Dari aspek ketersediaan lahan, Pemkab PPU memprioritaskan area yang secara teknis kepelabuhanan dinilai paling layak dan strategis, meskipun lahan tersebut hingga kini masih berstatus sebagai milik masyarakat.

“Luas kawasan yang disiapkan direncanakan minimal berada di atas kisaran 10 hektar agar mampu menampung seluruh fasilitas operasional pendukung sebagai pusat ekonomi kelautan yang handal,” sebutnya.

Sementara itu, dari sisi teknis perairan, lokasi Pelabuhan Nenang dinilai sangat ideal dan sangat memungkinkan untuk disandari oleh kapal-kapal berukuran besar. Pemilihan lokasi ini menjadi opsi terbaik mengingat kawasan perairan yang ada di dalam Teluk Balikpapan kini cenderung semakin dangkal serta memiliki kondisi lalu lintas kapal yang sudah sangat padat.

Kehadiran pelabuhan baru ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata bagi kapal-kapal besar yang selama ini hanya mangkal di perairan tanpa memiliki fasilitas sandar yang memadai. Dengan adanya pelabuhan yang representatif, kapal-kapal tersebut nantinya dapat leluasa singgah untuk mengisi berbagai kebutuhan logistik dan operasional harian, sekaligus memicu pertumbuhan roda perekonomian lokal secara berkelanjutan.

“Memungkin sekali (kapal besar) untuk bersandar. Makanya, kita bangun pelabuhannya yang baguslah, karena-kan Balikpapan sudah enggak bisa lagi. Nah, sementara kalau kita membangun di wilayah Teluk Balikpapan masuk ke teluk ke dalam teluk itu yang pertama dangkal, kedua perairannya sudah padat-padatnya lalu-lintas,” tandas Mudyat. (Adv)

 

 

Total Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *