PENAJAM – Sektor pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah dalam hal ketersediaan sarana produksi utama. Dinas Pertanian Kabupaten PPU memastikan bahwa alur distribusi bantuan pupuk bagi para petani di wilayah setempat berada dalam kondisi aman, terkendali, dan disalurkan secara transparan melalui jaringan kios resmi yang telah ditunjuk.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Rozihan Asward, memaparkan bahwa pasokan pupuk yang dinikmati oleh para petani tidak hanya bergantung pada dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan juga mendapat sokongan alokasi kuota khusus dari pemerintah pusat. Guna menghindari penyelewengan di tingkat bawah, penyaluran pupuk bersubsidi diarahkan secara ketat melalui pengecer resmi.
Rozihan menegaskan, terdapat mekanisme yang jelas dan berbeda antara program pupuk bersubsidi dengan skema bantuan langsung non-subsidi. Bagi pupuk bersubsidi, para petani diwajibkan melakukan proses penebusan mandiri di kios resmi berdasarkan data definitif penerima yang terdaftar secara resmi.
“Kalau yang subsidi itu baru dia (petani) nebus di kios,” kata Rozihan saat ditemui di Gedung DPRD PPU, Selasa (27/10/2026).
Sementara itu, untuk program bantuan pupuk langsung dari pemerintah pusat maupun daerah, alokasinya diserahkan secara langsung kepada kelompok tani yang telah mengajukan usulan proposal kegiatan sebelumnya.
“Kalau yang bantuan langsung, kami berikan langsung ke petani sesuai dengan proposal yang mereka ajukan,” ujar Rozihan.
Keberadaan kios resmi ini difungsikan sebagai benteng pengawasan terakhir untuk meminimalisir potensi kelangkaan pupuk serta mencegah praktik penyalahgunaan distribusi di lapangan. Melalui sistem verifikasi yang ketat, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa hak-hak petani kecil benar-benar terlindungi.
“Sinergi distribusi pupuk subsidi melalui kios resmi dan bantuan langsung ini dirancang agar produktivitas panen serta kesejahteraan para petani di Benuo Taka dapat terus meningkat secara berkelanjutan,” tandas Rozihan. (Adv)













