Top Banner
AdventorialKutim

Anak Rentan Jadi Sasaran Utama Sekolah Rakyat di Kutim

320
×

Anak Rentan Jadi Sasaran Utama Sekolah Rakyat di Kutim

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Simono, Teluk Lingga, Sangatta. Program tersebut diarahkan untuk membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan yang menghadapi berbagai hambatan untuk bersekolah.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, Andi M. Ishak, mengatakan persoalan pendidikan yang dihadapi kelompok sasaran tidak hanya berkaitan dengan kemampuan ekonomi keluarga. Konflik keluarga dan keterbatasan akses juga dapat membuat anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

“Sekolah Rakyat ini bukan sekadar sekolah. Tujuan utamanya adalah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Kita ingin menjangkau anak-anak yang tidak bersekolah karena masalah ekonomi, konflik keluarga atau alasan lainnya,” ujar Andi.

Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan masih terdapat anak yang mengalami ketertinggalan pendidikan. Salah satunya anak berusia 15 tahun yang baru mendapatkan pendidikan tingkat sekolah dasar.

“Jadi jangan heran kalau ada anak usia 15 tahun masih duduk di SD. Mereka bukan tidak mampu, tetapi memang belum pernah mendapatkan pendidikan. Anak-anak seperti inilah yang ingin kita jangkau,” tambahnya.

Pemkab Kutim menyiapkan lahan seluas delapan hektare sebagai lokasi pembangunan. Lahan tersebut telah dibersihkan dan dipastikan bebas sengketa. Pemerintah juga telah menyiapkan data calon penerima manfaat kategori desil 1 dan desil 2.

Persiapan lainnya meliputi surat pernyataan minat, dokumen hibah, KKPR, peta geospasial, serta dukungan jaringan listrik, air dan telekomunikasi. Sertifikasi lahan oleh BPN, uji tanah dan topografi, serta pekerjaan pematangan lahan melalui cut and fill masih berproses.

Asisten II Sekretaris Kabupaten Kutim Bidang Perekonomian dan Pembangunan Noviari Noor mengatakan seluruh persyaratan perlu disiapkan sejak awal.

“Kami datang bukan hanya untuk melihat sekolahnya, tetapi juga ingin memastikan apa saja yang harus kami siapkan,” tegas Noviari.

Kepala Dinas Sosial Kutim Ernata Hadi Sujito menambahkan koordinasi lintas sektor terus dilakukan agar kelengkapan dokumen dapat segera diselesaikan.

“Kami terus melengkapi apa yang masih kurang. Lahan sudah disiapkan, calon penerima manfaat juga sudah ada,” kata Ernata.

Kutim menargetkan persiapan tersebut dapat membawa lokasi pembangunan masuk Tahap 3B proses lelang konstruksi fisik pada skema nasional 2026.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 316

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *