Top Banner
AdventorialKutim

Bandara Uyang Lahai Jadi Kepentingan Bersama, DSN Siap Dukung Lewat TJSL

351
×

Bandara Uyang Lahai Jadi Kepentingan Bersama, DSN Siap Dukung Lewat TJSL

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Rehabilitasi Bandara Uyang Lahai mendapat respons positif dari dunia usaha yang beroperasi di wilayah pedalaman Kutai Timur (Kutim). Sejumlah perusahaan menyatakan kesiapan untuk berkontribusi melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR).

Kesepakatan awal tersebut muncul dalam pertemuan Pemkab Kutim dengan perusahaan di Ruang Arau, Sekretariat Kabupaten. Pertemuan merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman untuk mencari skema pembiayaan pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kutim Masrianto Suriansyah menjelaskan, pembiayaan rehabilitasi akan dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah dan skala usaha perusahaan yang berada di Kecamatan Telen, Kombeng, dan Muara Wahau.

Prioritas pekerjaan adalah optimalisasi runway dengan ukuran yang direncanakan sepanjang 800 meter dan lebar 30 meter. Peningkatan tersebut ditujukan untuk mendukung keselamatan dan pelayanan penerbangan di kawasan pedalaman.

“Alhamdulillah, hasil rapat hari ini menghasilkan pembagian secara proporsional terhadap pembiayaan rehabilitasi Bandara Uyang Lahai,” kata Masrianto.

Kebutuhan anggaran sementara diperkirakan mencapai Rp44,8 miliar. Nilai tersebut masih harus melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh tim teknis dan engineering masing-masing perusahaan.

Masrianto mengatakan respons perusahaan terhadap rencana tersebut cukup antusias. Namun, kontribusi tetap akan dilaksanakan berdasarkan mekanisme internal dan ketentuan hukum yang berlaku.

Salah satu perusahaan yang memberikan dukungan adalah PT Dharma Satya Nusantara (DSN) Group. Perwakilan DSN, Yusron, mengatakan peningkatan bandara akan memberikan manfaat bagi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

“Kami menyambut baik rencana ini. Bandara bukan hanya kebutuhan pemerintah, tetapi juga kebutuhan masyarakat dan dunia usaha,” ujar Yusron.

Ia berharap peningkatan fasilitas bandara dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan pedalaman.

Harapan serupa disampaikan Kepala Desa Miau Baru Luis Langet. Menurutnya, peningkatan Bandara Uyang Lahai dapat membantu masyarakat memperoleh akses transportasi, kesehatan, pendidikan, dan peluang usaha dengan lebih cepat.

“Kami tentu sangat bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan perusahaan yang mau bersama-sama memikirkan pembangunan bandara ini,” katanya.

Pemerintah akan melakukan pendataan perusahaan bersama Bappeda dan Dinas Perkebunan sebelum menentukan besaran kontribusi. Setelah verifikasi teknis selesai, pembangunan fisik akan memasuki tahap berikutnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat rehabilitasi Bandara Uyang Lahai sekaligus memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman Kutim.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 340

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *