Top Banner
Pemkab PPU

Bupati PPU Tantang 180 PNS Baru: Tinggalkan Euforia, Buktikan Kinerja untuk Masyarakat

1
×

Bupati PPU Tantang 180 PNS Baru: Tinggalkan Euforia, Buktikan Kinerja untuk Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Bupati PPU Mudyat Noor meminta 180 PNS baru meninggalkan euforia pengangkatan dan membuktikan kinerja melalui pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berintegritas.

PENAJAM — Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor meminta 180 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan untuk segera meninggalkan euforia setelah berstatus sebagai aparatur sipil negara.

Mudyat menegaskan, pengangkatan sebagai PNS bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Mudyat saat menyerahkan SK Pengangkatan sekaligus memimpin pengucapan Sumpah/Janji PNS di Aula Lantai I Kantor Sekretariat Kabupaten (Setkab) PPU, Selasa (15/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Mudyat didampingi Sekretaris Daerah PPU Tohar, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Asisten III Bidang Administrasi Umum, serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Mudyat mengatakan, proses yang telah dilalui para PNS baru, mulai dari masa percobaan, Pelatihan Dasar (Latsar), hingga pemeriksaan kesehatan, harus menjadi fondasi dalam membangun mentalitas kerja.

Menurut dia, status sebagai PNS harus diikuti dengan peningkatan tanggung jawab, integritas, disiplin, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Selamat kepada seluruh PNS yang hari ini menerima SK pengangkatan. Jadikan momentum ini sebagai awal untuk meningkatkan tanggung jawab dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Mudyat.

Ia menekankan, keberhasilan seorang birokrat tidak cukup diukur dari kepemilikan SK pengangkatan maupun atribut sebagai aparatur negara. Hal yang lebih penting, kata Mudyat, adalah sejauh mana kehadiran PNS mampu memberikan manfaat dan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Mudyat meminta seluruh PNS baru memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Pemahaman tersebut dinilai penting agar aparatur mampu merespons kebutuhan dan aspirasi masyarakat secara tepat. Ia juga menyoroti pentingnya pelayanan publik yang responsif, cepat, transparan, dan tidak berbelit-belit.

Bagi Pemkab PPU, kehadiran 180 PNS baru diharapkan dapat menjadi tambahan energi dalam mendorong perubahan budaya kerja di lingkungan pemerintahan daerah. Aparatur baru juga diharapkan mampu membawa semangat kerja yang lebih adaptif di tengah tuntutan modernisasi birokrasi.

Mudyat berharap para PNS yang baru dilantik tidak terjebak dalam zona nyaman setelah memperoleh status sebagai aparatur negara. Sebaliknya, mereka diminta menunjukkan kapasitas melalui kinerja dan kontribusi nyata bagi masyarakat Penajam Paser Utara.  “Yakni dengan tinggi integritas, disiplin, dan berorientasi penuh pada kepuasan masyarakat Penajam Paser Utara,” tegas Mudyat.

Dengan demikian, pengangkatan 180 PNS baru tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni administratif, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelayanan dan kinerja birokrasi di lingkungan Pemkab PPU.(adv)

 

Total Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *