Top Banner
AdventorialKutim

Dari Prosesi Adat hingga Jatung Utang, Bupati dan Wabup Hadir di Tengah Festival UFAH

349
×

Dari Prosesi Adat hingga Jatung Utang, Bupati dan Wabup Hadir di Tengah Festival UFAH

Sebarkan artikel ini

KOMBENG — Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman bersama Wakil Bupati Mahyunadi menunjukkan keterlibatan dalam Festival Budaya UFAH 2026 di Taman Desa Miau Baru, Kecamatan Kombeng. Setelah mengikuti prosesi adat dan membuka kegiatan secara resmi, keduanya turut larut dalam suasana festival melalui musik dan nyanyian.

Ardiansyah memainkan alat musik tradisional Dayak Kayan, Jatung Utang. Sementara itu, Mahyunadi bernyanyi mengiringi permainan musik tersebut. Momen tersebut berlangsung dalam suasana yang lebih santai setelah rangkaian pembukaan festival.

Keterlibatan kepala daerah tersebut menjadi salah satu bagian menarik dalam penyelenggaraan Festival UFAH 2026. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa dukungan terhadap kebudayaan tidak hanya diberikan melalui agenda pemerintahan dan seremoni, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan masyarakat.

Festival UFAH merupakan perhelatan budaya masyarakat Dayak Kayan di Desa Miau Baru. Selain menjadi ajang pertunjukan seni, festival memiliki nilai sosial dan spiritual bagi masyarakat, salah satunya berkaitan dengan rasa syukur terhadap kehidupan dan hasil panen.

Sebelum memasuki suasana yang lebih cair, Ardiansyah dan Mahyunadi mengikuti prosesi adat pembukaan. Rangkaian tersebut menjadi bagian penting yang menegaskan identitas Festival UFAH sebagai kegiatan budaya masyarakat, bukan sekadar hiburan.

Berbagai tradisi yang ditampilkan dalam festival memperlihatkan bagaimana adat, kesenian, kehidupan sosial, dan nilai leluhur masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Permainan Jatung Utang oleh Ardiansyah kemudian menjadi bagian dari interaksi langsung dengan masyarakat. Nyanyian Mahyunadi yang mengiringi musik membuat suasana semakin dekat tanpa sekat formalitas.

Festival UFAH juga menjadi sarana pewarisan budaya kepada generasi muda. Melalui pertunjukan musik, tarian, pakaian adat, dan prosesi tradisional, generasi berikutnya dapat mengenal kembali berbagai bentuk kebudayaan Dayak Kayan.

Penyelenggaraan festival juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Desa Miau Baru. Kondisi tersebut membuat kegiatan memiliki fungsi ganda sebagai perayaan budaya sekaligus momentum memperkuat kebersamaan masyarakat.

Kekayaan budaya yang ditampilkan juga memiliki peluang untuk mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya. Namun, pengembangan tersebut tetap perlu berjalan dengan menghormati adat dan nilai masyarakat pemilik kebudayaan.

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati dalam Festival UFAH menjadi bagian dari dukungan terhadap pelestarian budaya lokal Kutim. Momen bermain musik dan bernyanyi bersama masyarakat menjadi gambaran bahwa tradisi dapat terus hidup ketika dirawat dan dirayakan bersama.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 340

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *