Top Banner
Pemkab PPU

Dinas Pertanian PPU Siap Gelar Demplot Pertanian Modern PM-AAS 6 Hektare di Desa Sesulu

4
×

Dinas Pertanian PPU Siap Gelar Demplot Pertanian Modern PM-AAS 6 Hektare di Desa Sesulu

Sebarkan artikel ini
Demplot pertanian modern di Desa Sesulu

PENAJAM – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) siap meluncurkan Gerakan Tanam Padi melalui demonstrasi plot (Demplot) Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS). Langkah ini dilakukan dalam rangka penerapan teknologi pertanian modern guna mendongkrak produksi padi di wilayah Benuo Taka.

Demplot perdana seluas 6 hektare ini berlokasi di Desa Sesulu, Kecamatan Waru, dan dijadwalkan melangsungkan gerakan tanam pada akhir September ini. Kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh Direktur Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian bersama Bupati PPU.

Kesiapan pelaksanaan program ini diperkuat melalui kunjungan kerja Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Provinsi Kalimantan Timur beberapa waktu lalu. Kunjungan tersebut bertujuan melakukan koordinasi, pemetaan fasilitas pendukung yang diperlukan, sekaligus meninjau lokasi secara langsung guna memastikan kesiapan lahan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Gunawan, menjelaskan bahwa PPU mendapatkan alokasi program PM-AAS yang cukup signifikan.

“Kabupaten PPU mendapatkan alokasi PM-AAS seluas 3.546 hektare dari total alokasi se-Kaltim sebesar 7.125 hektare. Program ini merupakan bagian dari pendorong target nasional 1 juta hektare PM-AAS yang dilaksanakan secara bertahap hingga akhir tahun 2026,” ujar Gunawan, Rabu (23/9/2026).

Meskipun saat ini kondisi lapangan masih menghadapi kendala kekeringan, Dinas Pertanian PPU tetap mengoptimalkan area yang memungkinkan untuk segera ditanami. “Saat ini kita siap melaksanakan percontohan pada lahan yang memungkinkan untuk tanam padi. Ini adalah wujud nyata kontribusi kita dalam penambahan Luas Tambah Tanam (LTT) padi secara nasional. Besar harapan kami, hasil percontohan ini dapat menjadi acuan budidaya dan nantinya diterapkan secara masif oleh seluruh petani di Kabupaten PPU,” jelasnya.

Gunawan menerangkan bahwa perbedaan mendasar antara PM-AAS dengan metode konvensional yang selama ini diterapkan petani PPU terletak pada efisiensi teknologi, kerapatan jarak tanam, dan tingkat populasi tanaman.

Pada sistem PM-AAS, jarak tanam dalam barisan diatur lebih rapat dengan jarak antarbaris sekitar 20 cm. Pola penataan ini mampu meningkatkan populasi tanaman hingga dua kali lipat dibandingkan cara konvensional, yakni mencapai hingga 1 juta rumpun per hektare.

“Melalui peningkatan populasi ini, target produksi padi pada lahan demplot seluas 6 hektare diproyeksikan melonjak signifikan melebihi rata-rata hasil panen konvensional saat ini,” tuturnya.

Untuk mendukung keberhasilan demplot seluas 6 hektare di Desa Sesulu, Dinas Pertanian menerapkan serangkaian fasilitas pendukung modern, mulai dari mekanisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) mutakhir, sistem pengairan dan irigasi teruji, hingga pengelolaan nutrisi serta perlindungan tanaman yang presisi.

“Pemilihan Desa Sesulu di Kecamatan Waru sebagai lokasi percontohan pertama didasari oleh keunggulan ketersediaan dan kesiapan pasokan air, kontur lahan yang memadai untuk mekanisasi, serta kesiapan kelembagaan kelompok tani setempat dalam mengadopsi teknologi pertanian modern,” pungkas Gunawan.(adv)

 

Total Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *