Top Banner
AdventorialKutim

Gotong Royong Warnai Festival UFAH 2026, Masyarakat Miau Baru Rawat Warisan Leluhur

328
×

Gotong Royong Warnai Festival UFAH 2026, Masyarakat Miau Baru Rawat Warisan Leluhur

Sebarkan artikel ini

KOMBENG — Semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan masyarakat Desa Miau Baru dalam menyelenggarakan Festival UFAH 2026 di Kecamatan Kombeng, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Festival tersebut digelar bersamaan dengan peringatan hari jadi Desa Miau Baru ke-55.

Masyarakat Dayak Kayan menjadikan Festival UFAH sebagai ruang untuk melaksanakan berbagai tradisi dan pertunjukan budaya. Selain menjadi perayaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum syukur atas hasil bumi dan penguatan hubungan antarwarga.

Prosesi adat pemberkatan bayi menjadi salah satu bagian yang memiliki makna penting dalam kegiatan. Tradisi tersebut menjadi simbol harapan terhadap keberkahan dan masa depan generasi penerus.

Kemeriahan festival turut didukung kehadiran berbagai unsur masyarakat. Jajaran Forkopimda, tokoh adat dari sejumlah paguyuban, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan hadir mengikuti rangkaian kegiatan.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman hadir didampingi Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi juga turut hadir bersama sejumlah tokoh masyarakat.

Ardiansyah menilai upaya masyarakat mempertahankan tradisi memiliki arti penting bagi pembangunan daerah. Menurutnya, budaya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Kutim.

“Budaya merupakan tolok ukur pertama dan bangunan pertama dalam kita mengukur pembangunan Kutai Timur,” ujar Ardiansyah.

Ia menambahkan, keberagaman adat dan budaya juga menjadi kekuatan untuk mempererat masyarakat Kutim yang terdiri atas berbagai suku.

Mahyunadi mengapresiasi masyarakat Desa Miau Baru yang secara konsisten mempertahankan budaya mereka. Ia berharap Festival UFAH dapat terus dilaksanakan dan menjadi bagian dari agenda tahunan daerah.

Festival tersebut telah masuk dalam agenda tahunan Dinas Pariwisata serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim.

Kepala Desa Miau Baru Luis Langet menyampaikan terima kasih kepada panitia, peserta, dan donatur yang telah mendukung kegiatan. Ia menilai kebersamaan seluruh pihak menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan festival.

Camat Kombeng Petrus Ipung juga mengajak masyarakat menjaga semangat gotong royong dan tetap mendukung pembangunan daerah.

Melalui Festival UFAH, masyarakat Miau Baru menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui keterlibatan langsung masyarakat. Tradisi tidak hanya dijaga melalui prosesi adat, tetapi juga melalui kebersamaan yang membuatnya tetap hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 320

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *