Top Banner
AdventorialKutim

Kutai Timur Perkuat Hilirisasi Komoditas Unggulan untuk Tingkatkan Nilai Tambah dan Ekspor

333
×

Kutai Timur Perkuat Hilirisasi Komoditas Unggulan untuk Tingkatkan Nilai Tambah dan Ekspor

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat hilirisasi komoditas unggulan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperluas peluang ekspor. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Kerja Teknis Hilirisasi Potensi Komoditi dan Peluang Ekspor yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim.

Rapat dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekobang) Sekretariat Kabupaten Kutim, Noviari Noor. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pengembangan industri pengolahan menjadi salah satu upaya penting agar Kutim tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah.

Menurut Noviari, sejumlah komoditas daerah memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi sebelum dipasarkan ke luar daerah maupun luar negeri.

“Komoditas seperti pisang, kakao, aren genjah, dan nanas memiliki potensi besar jika diolah lebih lanjut. Hilirisasi adalah kunci agar nilai ekonomi tetap berputar di daerah dan membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Selain penguatan hilirisasi, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya pemanfaatan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Seluruh pelaku Industri Kecil dan Menengah diminta aktif menginput data produksi maupun lokasi usaha agar pemerintah memiliki basis data yang akurat dalam menyusun kebijakan.

Noviari menjelaskan, data yang valid akan memudahkan pemerintah dalam menentukan langkah strategis, termasuk memberikan dukungan terhadap akses pasar ekspor dan pengembangan industri daerah.

Rapat kerja tersebut juga menjadi wadah memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga pendukung, BUMD, Dekranasda, hingga Export Center dalam mendorong pengembangan sektor industri dan perdagangan.

Di sisi lain, pemerintah mencatat perkembangan positif perekonomian non-tambang di Kutim. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi dengan sektor batu bara mencapai 1,22 persen, sedangkan tanpa batu bara meningkat sekitar 11 persen. Kondisi itu didorong oleh pertumbuhan sektor pertanian, perkebunan, industri pengolahan, dan transportasi.

“Ini menjadi sinyal kuat bahwa kita harus memperkuat sektor non-batubara melalui hilirisasi agar ekonomi daerah lebih berkelanjutan,” jelasnya.

Program hilirisasi tersebut juga selaras dengan kebijakan nasional sekaligus menjadi bagian dari visi jangka panjang Kutim sebagai pusat hilirisasi dalam dua dekade mendatang. Dalam lima tahun ke depan, pemerintah menargetkan terwujudnya visi “Kutai Timur Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing” melalui penguatan produk unggulan berbasis ekspor.(adv)

Total Views: 324

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *