Top Banner
AdventorialKutim

Lokasi RSUD Wahau Beralih ke Wanasari, Pemkab Kutim Kejar Pembangunan Mulai 2027

331
×

Lokasi RSUD Wahau Beralih ke Wanasari, Pemkab Kutim Kejar Pembangunan Mulai 2027

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wahau memasuki tahap persiapan teknis setelah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menetapkan Desa Wanasari sebagai lokasi pembangunan. Rumah sakit yang ditujukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan wilayah hulu tersebut ditargetkan mulai dibangun pada 2027 dan beroperasi penuh pada 2029.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati menjelaskan lokasi pembangunan sebelumnya direncanakan berada di Desa Karya Bhakti. Namun, lokasi tersebut kemudian dialihkan karena terdapat kendala terkait kawasan dan tata ruang.

“Awalnya memang sempat diproses di Desa Karya Bhakti, namun karena ada keterbatasan kawasan dan tata ruang, lahannya kita alihkan ke Desa Wanasari,” ungkap Yuwana setelah audiensi dengan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Kamis (23/7/2026).

Lahan di Desa Wanasari merupakan hibah desa dengan luas kurang lebih tiga hektare. Menurut Yuwana, status lahan tersebut telah jelas dan legalitasnya aman. Hasil koordinasi dengan Distransnaker juga memastikan lahan tidak berada pada kawasan yang tumpang tindih dengan wilayah transmigrasi atau peruntukan lainnya.

Yuwana mengatakan pemerintah daerah saat ini memprioritaskan penyelesaian berbagai dokumen perencanaan. Efisiensi anggaran yang berlangsung pada tahun ini membuat pembangunan fisik belum menjadi prioritas utama.

“Karena tahun ini ada efisiensi anggaran, maka kita fokus dulu pada tahap persiapan menyeluruh,” katanya.

Tahapan tersebut meliputi Feasibility Study (FS) yang disusun bersama Universitas Mulawarman (Unmul), kemudian dilanjutkan Masterplan, Detail Engineering Design (DED) dan UKL-UPL.

Pembangunan fisik ditargetkan dimulai pada 2027. Jika pengerjaan berlangsung sesuai rencana, bangunan rumah sakit diharapkan sudah berdiri pada 2028 dan selanjutnya dilengkapi sarana prasarana, alat kesehatan serta sumber daya manusia.

“Sehingga pada 2028 bangunan fisik RSUD Wahau sudah berdiri siap dan tinggal mengisi sarana prasarana, alat kesehatan, serta SDM-nya,” ujar Yuwana.

Untuk pembiayaan, Pemkab Kutim berkoordinasi dengan Bappeda Provinsi dan Bappenas guna memperoleh dukungan APBN. Pemkab juga menyiapkan alternatif pembiayaan melalui APBD apabila dukungan pusat belum diperoleh.

Dr Ratno Andrianto dari Unmul mengatakan FS akan menjadi dasar untuk menentukan kelayakan pembangunan rumah sakit.

“Kami memohon dukungan seluruh masyarakat Kutai Timur agar rumah sakit ini dapat segera terrealisasi dan beroperasi penuh pada tahun 2029,” harapnya.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 322

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *