Top Banner
AdventorialKutim

Muara Wahau Berkembang, Pemkab Kutim Dorong Pembangunan Rumah Sakit

318
×

Muara Wahau Berkembang, Pemkab Kutim Dorong Pembangunan Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Perkembangan Kecamatan Muara Wahau menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam menyiapkan pembangunan rumah sakit di wilayah tersebut. Selain melayani masyarakat setempat, fasilitas kesehatan itu dinilai strategis untuk kawasan sekitar dan wilayah perbatasan Kabupaten Berau.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, Muara Wahau mengalami perkembangan cukup pesat dibandingkan sebelumnya. Kawasan yang dahulu dikenal sebagai daerah transmigrasi tersebut kini berkembang menjadi kawasan industri perkebunan dan diproyeksikan terus bertumbuh.

Pertumbuhan kawasan tersebut turut meningkatkan kebutuhan terhadap pelayanan publik, termasuk fasilitas kesehatan. Karena itu, pemerintah daerah menyiapkan pembangunan RSUD Muara Wahau.

“Sudah dibangun satu RSUD Sangkulirang, dan satu RSUD Muara Bengkal. Nah selanjutnya, kami akan membangun RSUD Muara Wahau,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/7/2026).

Ardiansyah menyebut pembangunan rumah sakit tersebut juga memiliki nilai strategis karena wilayah Muara Wahau dan Kombeng berbatasan langsung dengan Kabupaten Berau.

“Warga-warga di Kabupaten Berau yang berbatasan dengan Kombeng-Wahau juga akan lebih mendapatkan kemudahan fasilitas,” jelas Ardiansyah.

Selain faktor perkembangan kawasan dan letak geografis, Muara Wahau berada di jalur perlintasan menuju wilayah Kutai Timur. Kondisi tersebut semakin memperkuat kebutuhan terhadap fasilitas kesehatan di kawasan itu.

“Apalagi itu menjadi perlintasan dari arah masuk ke sini. Rumah sakit di sana memang sungguh dibutuhkan,” imbuhnya.

Rencana pembangunan RSUD Muara Wahau sendiri telah dibahas pemerintah sejak lama. Gagasan tersebut telah muncul sejak 2011 dan kini memasuki tahapan persiapan yang lebih konkret.

Pada 2026, Pemkab Kutim bersama Dinas Kesehatan menggandeng Universitas Mulawarman untuk menyusun studi kelayakan atau Feasibility Study (FS).

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan FS menjadi tahapan awal untuk memastikan kesiapan pembangunan.

“Di tahun 2026 ini kita berproses untuk melanjutkan agenda persiapan pembangunan RSUD Muara Wahau. Agenda kita tahun ini adalah penyusunan FS atau studi kelayakan, di mana kita bekerja sama dengan Universitas Mulawarman,” jelasnya.

Pemkab Kutim berharap rumah sakit tersebut nantinya dapat memperluas jangkauan layanan kesehatan dan mempermudah masyarakat di kawasan pedalaman serta perbatasan memperoleh pelayanan medis.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 312

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *