Top Banner
AdventorialKutim

PGRI Kutim Perluas Program Organisasi, Tak Lagi Sekadar Seremonial

344
×

PGRI Kutim Perluas Program Organisasi, Tak Lagi Sekadar Seremonial

Sebarkan artikel ini

SANGATTA — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memperluas program organisasi agar tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial. Kepengurusan PGRI Kutim periode 2026-2030 menyiapkan sejumlah agenda yang diarahkan pada pengembangan kompetensi dan kreativitas guru.

Ketua PGRI Kutim, Yetti Arika Desiviana, mengatakan langkah tersebut diawali dengan kegiatan jalan sehat memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di Halaman Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi. Ratusan guru mengikuti kegiatan tersebut sejak pagi.

“Jalan sehat dalam HUT ke-81 RI yang dilaksanakan oleh PGRI Kutim ini merupakan program perdana dari pengurus PGRI Kutim sejak dilantik pada bulan Februari 2026 lalu,” ujarnya.

Yetti mengatakan PGRI Kutim ingin menghadirkan program yang dapat berlangsung secara berkelanjutan hingga 2030. Menurutnya, organisasi perlu memberikan ruang yang lebih luas kepada guru untuk meningkatkan kemampuan, berkarya, dan berinovasi.

“Selama ini mungkin yang bapak dan Ibu guru tahu serta dengar, PGRI hanya melaksanakan upacara Hari Guru dan juga Porseni. Insyaallah, mulai tahun ini kami Pengurus PGRI Kabupaten Kutim akan mempersiapkan dan melaksanakan berbagai program berkelanjutan sampai tahun 2030 mendatang,” tegasnya.

Sejumlah kompetisi disiapkan untuk mendukung agenda tersebut, yakni Lomba Cerita Inspiratif, Lomba Cipta Puisi, dan Lomba Video Pembelajaran. Karya terbaik guru nantinya tidak hanya menjadi hasil perlombaan, tetapi juga akan didokumentasikan.

“Untuk Lomba Cipta Puisi dan Lomba Cerita Inspiratif, nanti karya-karya terbaiknya akan kami bukukan secara resmi dan akan kami launching tepat pada Peringatan Hari Guru Nasional tanggal 25 November 2026 mendatang,” katanya.

PGRI Kutim juga akan menggelar Porseni tingkat kabupaten dan provinsi. Puncak Porseni tingkat provinsi dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada akhir November mendatang.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menyambut positif perluasan program tersebut. Ia menilai guru memiliki peran penting sebagai teladan bagi peserta didik.

Mahyunadi juga mendorong inovasi pembelajaran yang tetap sesuai regulasi dan tidak menambah beban finansial orangtua siswa.

“Terima kasih atas dedikasi dan kerja sama seluruh guru PGRI yang telah mendidik anak-anak kita dengan baik. Mari terus berkarya dan jadilah teladan yang memotivasi siswa,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap kolaborasi dengan PGRI dapat memperkuat kompetensi dan kesejahteraan guru, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta memperluas pemerataan akses pendidikan hingga wilayah pelosok.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 336

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *