Top Banner
AdventorialKutim

Rektor UT Tekankan Mahasiswa Harus Jadi Agen Perubahan

320
×

Rektor UT Tekankan Mahasiswa Harus Jadi Agen Perubahan

Sebarkan artikel ini

SANGATTA — Rektor Universitas Terbuka (UT) Periode 2025–2030, Prof Ali Muktiyanto, menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam pembangunan bangsa. Pesan tersebut disampaikan dalam momentum Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) UT Kutai Timur (Kutim).

OSMB berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, dan diikuti 266 dari 382 mahasiswa baru semester ini. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan sistem pembelajaran UT yang mengedepankan kemandirian serta pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan jarak jauh.

Arahan Prof Ali disampaikan melalui video Rektor UT Menyapa. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pendidikan dan memperoleh gelar akademik. Mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi serta dampak positif di lingkungan masing-masing.

“Mahasiswa UT harus tumbuh menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Sistem Layanan Pendukung Keterampilan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) dirancang untuk menembus batas geografis, sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berkembang dan mengasah potensi,” tegas Prof Ali beberapa waktu lalu.

Menurut Prof Ali, sistem yang diterapkan UT memberikan kesempatan kepada masyarakat dari berbagai wilayah untuk mengembangkan potensi melalui pendidikan. Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan kesempatan tersebut secara bertanggung jawab.

Ia juga menegaskan komitmen UT sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) dalam menyediakan pendidikan yang inklusif, terjangkau, dan berkualitas global.

Namun, karakter pembelajaran mandiri di UT juga menuntut mahasiswa memiliki kedisiplinan. Prof Ali mengingatkan pentingnya menjaga integritas akademik dan etika belajar selama menjalani pendidikan.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, yang membuka OSMB secara resmi menyambut baik komitmen UT tersebut. Ia menilai pendidikan memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM yang mampu menghadapi perubahan.

“Pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi dari kualitas SDM yang adaptif dan berintegritas. Kehadiran para mahasiswa baru ini adalah investasi masa depan Kutai Timur agar kita tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri,” ujar Mahyunadi.

Melalui OSMB, mahasiswa baru diharapkan memahami sistem belajar mandiri berbasis digital sekaligus siap menghadapi perjalanan akademik yang responsif terhadap tantangan zaman.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 307

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *