Top Banner
AdventorialKutim

Sambil Mengajar, 300 Guru Kutim Tempuh S2 Pendidikan Luar Biasa di UNY

356
×

Sambil Mengajar, 300 Guru Kutim Tempuh S2 Pendidikan Luar Biasa di UNY

Sebarkan artikel ini

YOGYAKARTA – Program Beasiswa Indonesia Emas Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) kembali menghasilkan lulusan tenaga pendidik berkualifikasi magister. Para guru Kutim menyelesaikan pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Magister Pendidikan Luar Biasa di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Salah satu peserta yang mengikuti wisuda di GOR UNY, Sabtu (22/8/2026), adalah Megawati, guru SDN 002 Sangatta Utara. Ia mengaku bersyukur memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 melalui program yang difasilitasi Pemkab Kutim.

Menurut Megawati, pendidikan yang dijalani memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran, terutama terkait konsep pendidikan inklusif.

“Banyak sekali kesan yang kami dapatkan dari perkuliahan inklusi ini. Yang pertama, tentu terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutim yang sudah memfasilitasi kami dan memberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan,” ujar Megawati.

Ia juga mengapresiasi para dosen UNY yang memberikan bimbingan selama proses pendidikan. Meskipun mahasiswa berada di Kutim dan dosen berada di Yogyakarta, proses pembelajaran tetap dapat berjalan.

“Terima kasih juga untuk UNY, para dosen-dosennya yang sangat luar biasa, yang selalu memfasilitasi kegiatan kami dan dengan sabar membimbing kami walaupun dengan jarak yang jauh,” katanya.

Perkuliahan dilaksanakan dengan sistem hibrida, yakni daring dan luring. Sistem tersebut membantu para guru menyesuaikan jadwal kuliah dengan pekerjaan mereka di sekolah.

“Untuk online-nya kita lewat Zoom, dan alhamdulillah itu sangat membantu karena disesuaikan dengan kondisi kami yang sambil bekerja,” tutur Megawati.

Pengalaman positif juga disampaikan Ahmad Mudori, guru SDN 011 Sangatta Selatan. Ia menilai kesempatan kuliah di UNY memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan di Kutim.

“Kesan saya luar biasa banget ya, bisa berkesempatan kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta. Ini sangat bermanfaat banget ilmunya nantinya untuk diterapkan di Kutim,” ungkap Ahmad.

Sementara itu, pendamping Disdikbud Kutim Paulus Ven Logo menjelaskan program RPL tersebut diikuti sekitar 300 peserta. Para guru menjalani proses pembelajaran selama kurang lebih satu tahun.

“Kita bersama-sama dengan teman-teman sebanyak 300 orang masuk ke dalam beasiswa Indonesia Emas ini melalui program RPL,” jelas Paulus.

Ia mengatakan para peserta menunjukkan komitmen tinggi dengan mengikuti perkuliahan daring di sela-sela pekerjaan.

Program tersebut diharapkan menambah tenaga pendidik yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan luar biasa dan memperkuat layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus di Kutim.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 351

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *