Top Banner
AdventorialKutim

Tembus Rp20 Triliun, Investasi Kutai Timur Lampaui Target 2025 dan Sabet Dua Penghargaan Kaltim

361
×

Tembus Rp20 Triliun, Investasi Kutai Timur Lampaui Target 2025 dan Sabet Dua Penghargaan Kaltim

Sebarkan artikel ini

SANGATTA — Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatatkan lompatan signifikan di sektor penanaman modal. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di wilayah ini menembus angka Rp 20,07 triliun, atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 12,5 triliun dengan capaian fantastis di angka 160,06 persen.

Capaian gemilang ini berbuah manis dengan diraihnya dua penghargaan bergengsi tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Kutim dinobatkan sebagai terbaik kedua untuk kategori kabupaten/kota dengan capaian target tertinggi realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA), serta terbaik kedua kategori persentase realisasi investasi PMDN dan PMA tahun 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Fatimah Agustina, kepada Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman didampingi Kepala DPMPTSP Kutim Novian Prananta. Penyerahan dilakukan berbarengan dengan Sosialisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Tahun 2026 di Hotel Royal Victoria, Sangatta.

Kepala DPMPTSP Kutim, Novian Prananta, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kolaborasi solid antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha.

“Berkat sinergi yang luar biasa antara para pelaku usaha, realisasi investasi berhasil menembus angka Rp 20,07 triliun atau mencapai 160,06 persen dari target,” ujar Novian.

Menurutnya, angka tersebut membuktikan kuatnya daya tarik investasi di Kutim yang didukung oleh iklim daerah yang kondusif, kekayaan sumber daya alam, serta kualitas sumber daya manusia yang memadai.

Memasuki tahun 2026, Pemkab Kutim memasang target yang lebih ambisius dengan angka Rp 18,42 triliun. Hingga triwulan pertama, realisasi investasi tercatat telah menyentuh Rp 3,18 triliun atau 17,25 persen dari total target tahunan.

Melalui sosialisasi LKPM yang digelar, Novian berharap para pelaku usaha semakin tertib dalam melaporkan kegiatan penanaman modal secara berkala demi akurasi data dan perumusan kebijakan investasi yang lebih progresif.

Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa investasi memegang posisi krusial sebagai motor penggerak roda ekonomi, pencipta lapangan kerja, serta instrumen penguatan kemandirian daerah.

“Investasi bagi Kutai Timur sangat penting. Tidak hanya sekadar memberikan peluang usaha, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita mengimplementasikan visi membangun Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” tegas Ardiansyah.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen menjaga iklim investasi yang sehat, terbuka, dan kondusif agar setiap modal yang masuk benar-benar memberikan nilai tambah optimal bagi kesejahteraan masyarakat Kutim.(adv)

Total Views: 344

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *