PENAJAM – RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU) secara konsisten mengukuhkan komitmennya sebagai benteng utama kesehatan masyarakat di Gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui langkah strategis yang progresif, RSUD RAPB merilis transformasi besar-besaran dengan mengekspansi fasilitas medis secara signifikan guna memberikan pengalaman berobat yang cepat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga PPU.
Perubahan ini ditandai dengan beroperasinya 6 poliklinik baru, yang secara resmi menambah daya tampung layanan rawat jalan dari 13 menjadi 19 ruang poliklinik spesialis. Inovasi ini hadir sebagai solusi tuntas untuk menepis kendala antrean panjang serta keterbatasan kuota pasien yang selama ini kerap dialami akibat ruang praktik yang terbatas.
Direktur RSUD RAPB, dr. Lukasiwan Eddy Saputro, menegaskan bahwa ekspansi ruang ini memungkinkan para dokter spesialis untuk melayani masyarakat secara simultan tanpa harus mengantre jam praktik. “Harapannya, dokter-dokter kita yang selama ini kalau praktik harus gantian karena ruangnya terbatas, sekarang bisa praktik secara bersamaan. Pembatasan kuota pasien pun kini teratasi,” ucapnya, Sabtu (15/9/2026).
Tak berhenti pada penambahan poliklinik, RSUD RAPB menorehkan lompatan kualitas layanan kesehatan di tahun 2026 dengan mendatangkan dua teknologi medis tingkat lanjut. Yakni Cath Lab (Laboratorium Kateterisasi Jantung), fasilitas canggih untuk penanganan cepat intervensi kardiovaskular dan penyakit jantung mendesak.
Kemudian CT Scan teknologi pemindaian medis terkini untuk memberikan ketepatan diagnostik yang jauh lebih presisi dan akurat. “Kehadiran dua teknologi ini menjadi bukti nyata komitmen RSUD RAPB agar warga Penajam Paser Utara mendapatkan perawatan medis tingkat lanjut di tanah sendiri, tanpa perlu mengeluarkan biaya dan waktu ekstra untuk dirujuk ke luar daerah,” terangnya.
Termasuk terdapat penambahan fasulitas di mana kini 19 Ruang Poliklinik. Sehingga jam praktik dokter spesialis serentak bebas antrean panjang. Selain itu, layanan sumber daya manusia (SDM) farmasi unggulan, dimana layanan obat cepat didukung tenaga kualifikasi Apoteker dan S1 Farmasi.
Menjawab lonjakan volume pasien yang diprediksi akan meningkat seiring lengkapnya fasilitas, RSUD RAPB memastikan kesiapan garda terdepan di sektor kefarmasian. Seluruh alur penyerahan obat-obatan dipastikan berjalan cepat dan profesional karena ditunjang oleh jajaran tenaga kesehatan berpendidikan tinggi dengan kualifikasi minimal S1 Farmasi hingga Apoteker.
“Dengan sinergi antara ruang praktik yang luas, teknologi medis terkini, dan kesiapan SDM berstandar tinggi, RSUD Ratu Aji Putri Botung siap berdiri menjadi pusat rujukan kesehatan modern yang andal, inklusif,” tandas Lukas.(adv)












