Top Banner
AdventorialKutim

Pengukuhan APPISTA Jadi Momentum Penguatan Ekonomi Pedagang Pasar Induk Sangatta

313
×

Pengukuhan APPISTA Jadi Momentum Penguatan Ekonomi Pedagang Pasar Induk Sangatta

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Pengukuhan Asosiasi Pedagang Pasar Induk Sangatta (APPISTA) oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menjadi momentum baru dalam memperkuat peran pedagang sebagai bagian penting penggerak ekonomi daerah.

Acara yang berlangsung di Pasar Induk Sangatta itu turut dihadiri Ketua DPRD Kutim Jimmi, Kepala Disperindag Kutim Nora Ramadani, serta para pedagang pasar.

Ketua APPISTA Sudarman mengatakan organisasi tersebut hadir untuk memperjuangkan kepentingan seluruh pedagang sekaligus mempererat hubungan dengan pemerintah daerah.

“Kami berharap APPISTA menjadi wadah aspirasi bagi seluruh anggota,” ucapnya. Ia menegaskan peningkatan kesejahteraan pedagang akan menjadi program utama organisasi.

Dalam kesempatan yang sama, Nora Ramadani mengingatkan bahwa APPISTA telah eksis sejak 2019. Selama itu pula sektor perdagangan menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang menyebabkan lonjakan harga bahan baku kimia hingga 30–50 persen.

Meski demikian, ia mengapresiasi kondisi Pasar Induk Sangatta yang tetap aman dan bebas dari praktik premanisme.

“Pedagang pasar induk adalah salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan,” kata Nora.

Sementara itu, Bupati Ardiansyah memaparkan kondisi ekonomi Kutim yang mengalami perlambatan. Ia menjelaskan LPE Kutim yang sempat mencapai 9,82 persen pada 2024 turun menjadi sekitar 1,05 hingga 1,3 persen pada 2025.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi akibat kebijakan pengendalian eksplorasi pertambangan yang membuat sektor tambang mengalami kontraksi sehingga berdampak terhadap daya beli masyarakat.

“Tahun 2024, LPE Kutim sempat mencapai angka yang sangat tinggi di 9,82 persen,” ujar Ardiansyah.

Meski demikian, ia optimistis sektor nonpertambangan masih menunjukkan performa yang baik. Jika sektor tambang tidak dihitung, pertumbuhan ekonomi Kutim diperkirakan mencapai sekitar 11 persen dengan dukungan sektor perkebunan, industri pengolahan, dan perdagangan.

Ardiansyah juga menyebut kenaikan retribusi pasar menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi kerakyatan tetap tumbuh di tengah tekanan ekonomi. Dukungan pembiayaan melalui BPR Kutim akan terus diperkuat agar pedagang memiliki akses modal yang lebih baik.

“Saya yakin perbankan merasa senang melihat mitra mereka sangat bersemangat melalui wadah APPISTA ini,” katanya.

Pengukuhan pengurus APPISTA kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai penanda dimulainya kepengurusan baru organisasi tersebut.(adv)

Total Views: 310

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *