Top Banner
AdventorialKutim

Belajar Jadi Pahlawan Kecil, Ratusan Anak TK Ikuti Simulasi Kebakaran di Damkarmat Kutai Timur

342
×

Belajar Jadi Pahlawan Kecil, Ratusan Anak TK Ikuti Simulasi Kebakaran di Damkarmat Kutai Timur

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Upaya membangun budaya sadar keselamatan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus diperluas hingga menyasar anak usia dini. Melalui pendekatan edukasi yang dikemas secara interaktif, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kutim mengajak siswa-siswi TK Negeri Pembina mengenal bahaya kebakaran sekaligus memahami pentingnya peran petugas penyelamatan.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Markas Komando Damkarmat Kutim, Sangatta, dan dihadiri Bunda PAUD Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, serta Kepala TK Negeri Pembina, Nurjannah. Selama kegiatan, anak-anak diajak belajar di luar kelas melalui berbagai simulasi yang dirancang sesuai usia mereka.

Para peserta dikenalkan dengan armada pemadam kebakaran beserta perlengkapan operasional yang digunakan petugas dalam menjalankan tugas. Tidak hanya melihat secara langsung, mereka juga diberi kesempatan mencoba menyemprotkan air menggunakan selang pemadam pada simulasi api berukuran kecil di bawah pengawasan petugas.

Kepala Dinas Damkarmat Kutim, Failu, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun pemahaman bahwa petugas damkar memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar memadamkan api.

“Kami ingin mengenalkan profesi damkar tidak hanya sebagai pemadam api. Anak-anak diajak berinteraksi langsung agar mereka memahami peran penyelamatan dalam arti luas,” kata Failu.

Menurutnya, metode outing class membuat proses belajar menjadi lebih menarik sehingga materi keselamatan lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Selain siswa, para orangtua juga dilibatkan agar informasi mengenai pencegahan kebakaran dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga.

Kepala TK Negeri Pembina, Nurjannah, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman belajar melalui praktik langsung akan lebih mudah diingat dibandingkan hanya menerima penjelasan di dalam kelas.

“Anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan, sehingga pesan keselamatan lebih mudah diingat. Ini langkah penting untuk membentuk kesadaran sejak dini,” ujar Nurjannah.

Melalui edukasi berkelanjutan ini, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap lahir generasi yang lebih peduli terhadap keselamatan serta mampu menjadi agen penyebar budaya sadar bencana di lingkungan keluarga maupun masyarakat.(adv)

Total Views: 325

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *