Top Banner
AdventorialKutim

Petani Teluk Pandan Masih Hadapi Ancaman Banjir, Pemkab Kutai Timur Akan Siapkan Langkah Penanganan

326
×

Petani Teluk Pandan Masih Hadapi Ancaman Banjir, Pemkab Kutai Timur Akan Siapkan Langkah Penanganan

Sebarkan artikel ini

TELUK PANDAN – Ancaman banjir berulang menjadi salah satu persoalan yang dihadapi petani hortikultura di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim). Kondisi tersebut disampaikan masyarakat kepada Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Persiapan Bukit Pandan Jaya.

Dalam kunjungan tersebut, Ardiansyah mengikuti penanaman melon secara simbolis dan panen semangka bersama kelompok tani. Ia juga berdialog dengan masyarakat mengenai kondisi pertanian dan meninjau bantuan rehabilitasi rumah layak huni dari Baznas. 

Petani menyampaikan persoalan genangan yang berulang ketika hujan deras. Ketua Gapoktan Sawit Mandiri Sejahtera (SMS), Sunyoto, mengatakan sebagian lahan pertanian mulai ditinggalkan akibat semakin seringnya genangan air. Menurutnya, penyempitan alur sungai di kawasan RT 5 Teluk Pandan memperparah luapan ketika musim penghujan. 

Kelompok tani berharap pemerintah melakukan normalisasi sungai agar banjir tidak terus merusak lahan pertanian. Mereka juga meminta dukungan sarana produksi untuk menjaga produktivitas pertanian masyarakat. 

Menanggapi persoalan tersebut, Ardiansyah mengatakan penanganan banjir harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Menurutnya, tidak semua persoalan genangan dapat diselesaikan menggunakan pendekatan yang sama.

“Kalau sungainya meluap tentu normalisasi diperlukan. Tapi kalau air tertahan di lahan, maka irigasinya yang harus diperbaiki,” ujarnya. 

Selain membahas persoalan banjir, Ardiansyah menjelaskan perubahan kewenangan dalam pengadaan sarana pertanian. Sejak 2024, pemerintah daerah tidak lagi dapat membeli alat pertanian secara langsung karena pengadaan alat, bibit, dan pupuk sebagian besar harus diusulkan kepada pemerintah pusat.

“Sekarang pemerintah daerah tidak bisa lagi membeli alat pertanian secara langsung. Semua harus diusulkan ke pusat, termasuk bibit dan pupuk,” katanya. 

Di tengah persoalan tersebut, pemerintah tetap mendorong keberlangsungan pertanian hortikultura. Gapoktan SMS mengembangkan melon, sedangkan Kelompok Tani Sinar Mentari mengembangkan semangka. Kedua kelompok tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan produksi pangan lokal di tengah ekspansi perkebunan sawit.(adv)

Total Views: 315

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *