Top Banner
AdventorialKutim

SANGATTA: PT BEP Matangkan Rencana Investasi Tambang di Muara Wahau, Bupati Kutim Beri Lampu Hijau

308
×

SANGATTA: PT BEP Matangkan Rencana Investasi Tambang di Muara Wahau, Bupati Kutim Beri Lampu Hijau

Sebarkan artikel ini

SANGATTA — Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menerima audiensi jajaran manajemen PT Bhakti Energi Persada (BEP) di ruang kerjanya, Jumat (17/7/2026). Pertemuan ini membahas kepastian rencana investasi sektor pertambangan di Kecamatan Muara Wahau, termasuk pembangunan fasilitas penunjang berupa tempat penampungan sementara (stockpile) batu bara di Desa Jak Luay.

Fasilitas tersebut disiapkan sebagai tindak lanjut atas arahan teknis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur dalam pemenuhan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL).

Menanggapi rencana tersebut, Ardiansyah menyatakan dukungannya secara terbuka dengan catatan seluruh tahapan berjalan sesuai regulasi yang berlaku. Kehadiran investasi ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal.

“Silakan dilaksanakan sesuai prosedur. Saya senang karena investasi ini akan menambah lapangan kerja baru di Kutim,” ujar Ardiansyah.

Sementara itu, Direktur PT BEP, Murodi, mengungkapkan bahwa audiensi ini bertujuan melaporkan rencana uji coba penambangan di wilayah Muara Wahau. Meski perusahaan memegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) sejak 2014, operasi komersial belum dapat dimulai akibat sejumlah kendala struktural.

Murodi merinci, tantangan utama yang dihadapi meliputi penyelesaian infrastruktur jalan angkut (hauling) sepanjang kurang lebih 120 kilometer yang hingga kini belum rampung. Selain itu, karakteristik batu bara di wilayah tersebut tergolong kalori rendah, yakni sekitar 3.200 kcal, yang membuat kalkulasi keekonomian proyek semakin berat di tengah biaya operasional yang tinggi.

“Hauling kami jauh, sementara kalori batu bara hanya sekitar 3.200. Itu menjadi tantangan tersendiri,” kata Murodi.

Ia menambahkan, tingkat kelayakan investasi pembangunan infrastruktur jalan ini sangat bergantung pada tren pergerakan harga batu bara global. PT BEP menargetkan proyek tersebut dapat beroperasi secara penuh dalam kurun waktu tiga tahun ke depan seiring harapan membaiknya harga komoditas dunia.(adv)

Total Views: 304

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *