Top Banner
AdventorialAdventorial DPRD PPU

‎DPRD PPU Tegaskan Perusahaan Wajib Bertanggung Jawab atas Karhutla di Kawasan Konsesi

307
×

‎DPRD PPU Tegaskan Perusahaan Wajib Bertanggung Jawab atas Karhutla di Kawasan Konsesi

Sebarkan artikel ini

‎PENAJAM – Perusahaan pemegang kawasan konsesi diminta tidak lepas tangan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah yang menjadi tanggung jawab pengelolaannya.
‎
‎Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Syarifuddin HR, mengatakan perusahaan harus memiliki tanggung jawab dalam melakukan pencegahan maupun penanganan kebakaran, terutama menghadapi musim kemarau panjang.
‎
‎Menurutnya, lokasi konsesi memiliki pengelola yang jelas sehingga upaya pencegahan kebakaran seharusnya menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan.
‎
‎“Kalau di konsesi perusahaan yang bertanggung jawab adalah perusahaannya,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).
‎
‎Syarifuddin mengatakan karhutla di kawasan konsesi tidak semestinya sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah. Perusahaan yang mengelola kawasan tersebut juga harus mengambil peran aktif dalam mencegah maupun menangani potensi kebakaran.
‎
‎Ia menilai perusahaan, khususnya yang bergerak di sektor kehutanan, seharusnya memiliki kesiapan karena risiko kebakaran merupakan persoalan yang berulang setiap memasuki musim kemarau.
‎
‎“Saya merasa kalau setiap perusahaan, apalagi terkait dengan kehutanan, pasti syarat-syarat terpenuhi. Cuma yang perlu dipahami untuk ke depannya, paling tidak kalau kita membicarakan konsesi untuk pencegahan itu bisa dikuatkan,” ujarnya.
‎
‎Menurutnya, pemenuhan persyaratan saja belum cukup apabila tidak dibarengi dengan kesiapan teknis di lapangan. Perusahaan perlu memastikan sistem pencegahan benar-benar dapat digunakan ketika terjadi kebakaran.
‎
‎Ia juga mendorong perusahaan memperkuat sarana pendukung seperti sekat atau parit serta tempat penampungan air untuk mengantisipasi penyebaran api.
‎
‎“Artinya mungkin dibuatkan parit agar dalam kebakaran itu tidak mudah pindah. Terus juga dibuatkan kolam sebesar mungkin untuk tadah hujannya, jadi tempat penampungan air,” jelasnya.
‎
‎Syarifuddin berharap perusahaan lebih serius memperkuat pencegahan sebelum memasuki kondisi darurat.
‎
‎“Paling tidak kita bisa sama-sama lakukan pencegahan dari awal. Masalah kebakaran ini bukan masalah daerah saja, tapi masalah nasional bahkan internasional,” pungkasnya.(adv)

Total Views: 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *