Top Banner
AdventorialAdventorial DPRD PPU

Kemarau Panjang Ancam Panen Petani PPU, Sawah Tadah Hujan Jadi Sorotan

282
×

Kemarau Panjang Ancam Panen Petani PPU, Sawah Tadah Hujan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

‎PENAJAM – Kemarau panjang mulai mengancam produktivitas pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Petani yang masih mengandalkan sawah tadah hujan menjadi kelompok yang paling rentan terdampak kondisi kekeringan.
‎
‎Anggota Komisi II DPRD PPU, Syarifuddin HR, mengatakan ketergantungan terhadap curah hujan membuat sektor pertanian menghadapi persoalan serius ketika musim kering berlangsung lebih lama.
‎
‎“Bencana kekeringan, ngomongin petani karena kita sawah tadah hujan. Kita ini memang tadah hujan,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).
‎
‎Menurut Syarifuddin, kondisi tersebut bukan hanya persoalan ketersediaan air, tetapi juga berkaitan langsung dengan keberlangsungan produksi pertanian. Jika kebutuhan air tidak terpenuhi, tanaman berisiko mengalami gangguan pertumbuhan hingga gagal panen.
‎
‎Ia mengatakan kondisi serupa telah berulang kali dialami petani PPU setiap memasuki musim kemarau. Ancaman tersebut semakin besar ketika periode kering berlangsung panjang.
‎
‎“Kita tadah hujan terus. Jadi memang musim kering kita ini dan terancam gagal panen. Ini sudah dialami petani dan berkali-kali,” lanjutnya.
‎
‎Syarifuddin menilai pemerintah perlu memberikan perhatian lebih terhadap petani yang terdampak kekeringan. Bantuan dan langkah antisipasi diperlukan agar dampak musim kemarau tidak sepenuhnya ditanggung petani.
‎
‎Ia berharap ada langkah yang dapat membantu petani bertahan menghadapi kondisi kekeringan, terutama jika musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.
‎
‎“Paling tidak ada penolongnya sedikit, apalagi dengan prediksinya sampai awal tahun ini,” ujarnya.
‎
‎Menurutnya, penanganan kekeringan penting dilakukan agar ancaman gagal panen tidak terus menjadi persoalan berulang bagi petani PPU setiap musim kemarau.(adv)

Total Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *