Top Banner
Pemkab PPU

Sulap Limbah Sawit Jadi Emas Hijau, Bupati PPU Minta UMKM Tak Cuma Jadi Penonton

340
×

Sulap Limbah Sawit Jadi Emas Hijau, Bupati PPU Minta UMKM Tak Cuma Jadi Penonton

Sebarkan artikel ini
Kabupaten PPU kini tengah bersiap menyongsong era baru perekonomian kerakyatan yang lebih mandiri dan berkelanjutan

PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini tengah bersiap menyongsong era baru perekonomian kerakyatan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Di tengah masifnya geliat sektor perkebunan sawit, pemerintah setempat mengambil langkah strategis agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.

Langkah progresif ini diwujudkan lewat gelaran Workshop Hilirisasi Limbah Sawit Berbasis UMKM Kabupaten PPU Tahun 2026 yang dihelat di Kantor Bupati PPU pada Selasa, (20/10/2026).

Acara ini dibuka langsung oleh Bupati PPU Mudyat Noor, didampingi Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta melibatkan sekitar 100 peserta dari unsur pelaku UMKM, petani, koperasi, hingga pelaku usaha perkebunan.

Selama ini, sisa produksi perkebunan sawit kerap dipandang sebelah mata dan berakhir sebagai limbah buangan. Namun, di tangan yang tepat, limbah tersebut menyimpan potensi ekonomi raksasa yang siap disulap menjadi “emas hijau”.

Bupati ppu, Mudyat Noor dengan tegas mendorong agar hilirisasi limbah sawit digarap serius demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat dan memperkuat daya saing daerah.

Menurutnya, paradigma pengelolaan sawit sudah saatnya bergeser. Tidak cukup hanya berfokus pada kuantitas tandan buah segar (TBS) atau minyak sawit mentah semata. Sisa hasil pengolahan sawit kini harus dilihat sebagai peluang emas untuk diolah menjadi energi terbarukan, bahan baku kerajinan tangan, hingga ragam produk turunan bernilai jual tinggi.

“Melalui hilirisasi limbah sawit, kita ingin menciptakan lapangan kerja baru, memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing PPU,” ujar Mudyat penuh optimisme di hadapan para peserta workshop.

Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen PPU dalam menerapkan konsep green industry atau industri hijau. Dengan efisiensi sumber daya dan prinsip keberlanjutan, sektor perkebunan di PPU tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan nilai tambah secara optimal.

Tidak sekadar menjadi ajang seremonial, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU, Yusuf Basra, menekankan bahwa kegiatan ini dirancang untuk melahirkan aksi nyata. Para pelaku UMKM dibekali wawasan mendalam agar mampu berinovasi menciptakan produk lokal berkualitas yang bernilai kompetitif di pasaran.

Kendati demikian, transformasi ini tentu memerlukan kolaborasi lintas sektor yang solid. Pemerintah, perusahaan perkebunan besar, akademisi, hingga asosiasi usaha harus berjalan beriringan.

“Mulai dari penyediaan pelatihan intensif, pendampingan teknis, hingga penciptaan akses pasar dan kemitraan strategis, semuanya menjadi kunci agar produk turunan limbah sawit ini bisa menembus pasar yang lebih luas,” pungkas Mudyat. (Adv)

Total Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *