PENAJAM – Sebagai wilayah strategis utama yang bertindak sebagai kawasan penopang konektivitas antarwilayah di Kalimantan Timur, khususnya dalam menyambut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menunjukkan komitmen tinggi dalam melakukan pembenahan infrastruktur transportasi air secara menyeluruh dan modern.
Sebagai langkah jangka panjang menuju pembenahan sarana penyeberangan publik yang representatif dan terintegrasi, Pemkab PPU resmi menyodorkan usulan pembangunan fisik pelabuhan secara menyeluruh dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp21 miliar kepada Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten PPU, Agus Dahlan, menjelaskan bahwa proyek besar ini difokuskan untuk merancang Pelabuhan Terpadu Penajam secara total agar fasilitas penyeberangan publik menjadi jauh lebih multifungsi.
Nilai usulan tersebut mengalami penyesuaian dari rancangan awal tingkat provinsi yang sebelumnya berada di angka Rp16 miliar, kemudian berkembang menjadi kurang lebih Rp21 miliar seiring bertambahnya cakupan integrasi area pelabuhan.
“Itu kan rancangan dari provinsi, dari Rp16 miliar naiknya menjadi sekitar kurang lebih Rp21 miliar. Nanti sifatnya terpadu, baik Pelabuhan Speedboat maupun pelabuhan kayu atau klotok ada di situ semua,” ucap Agus, Sabtu (31/10/2026).Agus menegaskan, proyek infrastruktur penyeberangan ini tidak sekadar melakukan perbaikan atau perombakan parsial pada area tertentu. Pihaknya merencanakan pembongkaran fisik bangunan lama secara menyeluruh guna membangun kawasan dermaga baru dari nol yang jauh lebih kokoh, nyaman, serta protektif terhadap kondisi cuaca ekstrem dan gelombang pesisir.
“Bukan sekadar dirombak lagi, pokoknya dibangun baru secara total. Kondisinya memang kita harus berbenah,” tegasnya.
Strategi besar dalam merancang Pelabuhan Terpadu Penajam ini juga diselaraskan secara harmonis dengan rencana Pemkab PPU untuk memoles estetika kawasan kota lewat pembangunan anjungan di area Pelabuhan Pasir Putih. Integrasi antara dermaga penyeberangan dan anjungan diproyeksikan menjadi etalase utama serta gerbang pembuka wajah Kabupaten PPU dalam menyambut pergerakan masyarakat maupun pengangkut logistik.
“Anjungan itu tentunya menjadi wajah Kabupaten PPU. Tentunya kita harus berbenah dari segi pelabuhannya juga. Nanti di sana juga akan ada rencana pembebasan lahan warga di sekitarnya. Mudah-mudahan kondisi anggaran kita bisa lebih baik untuk mendukung kelancarannya,” pungkas Agus.(adv)













