PENAJAM – Nilai investasi skala internasional kembali melirik Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Kali ini, perusahaan asal China, PT Tanggamus Steel Power, berencana menanamkan modal jumbo untuk membangun pabrik pengolahan baja modern di Kawasan Industri Buluminung (KIB).
Tak tanggung-tanggung, nilai investasi yang awalnya diproyeksikan sebesar Rp37 triliun kini membengkak dan diperkirakan melonjak hingga mencapai angka fantastis, yakni sekira Rp48 triliun. Masuknya modal asing ini diyakini akan menjadi angin segar bagi kebangkitan sektor industri berat di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten PPU, Amrullah, membenarkan adanya rencana investasi berskala raksasa tersebut. Ia menceritakan bahwa komunikasi intensif antara pihak investor, pemerintah daerah, dan kementerian terkait terus berjalan lancar.
“Rencana investasi dari PT Tanggamus Steel Power ini bergerak di bidang pengolahan baja. Nilai investasinya memang cukup besar, dari rekomendasi awal yang dicantumkan sekitar Rp37 triliun, dalam perkembangannya dari pihak investor ada penyesuaian angka hingga mencapai kurang lebih Rp48 triliun,” kata Amrullah, Sabtu (31/10/2026).
Amrullah menjelaskan, Pemerintah Kabupaten PPU merespons positif rencana masuknya modal asing tersebut. Bupati PPU, Mudyat Noor, bahkan telah secara resmi menerbitkan surat rekomendasi dukungan investasi yang ditujukan langsung ke beberapa lembaga pusat, di antaranya Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Investasi/BKPM, serta Kementerian Perindustrian.
“Pengajuan rekomendasi langsung ke kementerian pusat ini dilakukan guna menyelaraskan regulasi, sesuai arahan Bappenas yang meminta agar skema rekomendasi investasi besar dialirkan secara formal dari pemerintah daerah ke kementerian terkait,” terangnya.
Terkait kesiapan daerah, Amrullah menegaskan bahwa tugas utama DPMPTSP PPU adalah memfasilitasi dan mempermudah seluruh proses perizinan, termasuk pengurusan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Pemerintah daerah juga mengarahkan lokasi penempatan pabrik agar terintegrasi penuh di dalam KIB.Masuknya investasi bernilai tinggi ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah, menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar, serta memperkuat posisi Kabupaten PPU sebagai kawasan manufaktur utama. “Nilai investasi ini cukup besar,” tutup Amrullah. (Adv)













