Top Banner
AdventorialAdventorial DPRD PPU

Buka Lahan di Musim Kemarau, DPRD PPU Ingatkan Bahaya Cara Bakar

276
×

Buka Lahan di Musim Kemarau, DPRD PPU Ingatkan Bahaya Cara Bakar

Sebarkan artikel ini

‎PENAJAM – Praktik membuka lahan dengan cara membakar masih menjadi perhatian di tengah meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
‎
‎Wakil Ketua I DPRD PPU, Syahrudin M Noor, meminta masyarakat tidak menggunakan cara pembakaran untuk membuka lahan perkebunan. Menurutnya, metode tersebut memang dapat mempercepat proses pembukaan lahan, tetapi memiliki risiko terhadap lingkungan dan masyarakat.
‎
‎“Jangan sampai membuka lahan baru atau lahan perkebunan itu dengan pola-pola lama, pola tradisional, membakar. Memang cepat, tetapi dampaknya terhadap lingkungan, baik lingkungan hutan dan manusia,” jelasnya, Kamis (3/9/2026).
‎
‎Syahrudin mengatakan kondisi kemarau membuat lahan dan vegetasi menjadi lebih kering sehingga api berpotensi lebih mudah menyebar. Karena itu, aktivitas masyarakat yang berhubungan dengan api perlu mendapat perhatian lebih.
‎
‎Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk memastikan tidak ada sumber api yang ditinggalkan sembarangan.
‎
‎“Karena kita ini masyarakat masih susah. Ada perokok, saya bukan melarang rokok atau menjudge orang merokok. Tetapi bagaimana kita menjaga supaya betul-betul tidak terjadi sesuatu,” ujarnya.
‎
‎Menurutnya, puntung rokok yang dibuang sembarangan juga dapat menjadi pemicu kebakaran apabila mengenai vegetasi yang telah mengering akibat kemarau.
‎
‎“Begitu kena daun yang sudah kering ya pasti memicu, karena faktor alam tadi yang kemarau ini sehingga memudahkan,” katanya.
‎
‎Syahrudin menilai pembukaan lahan untuk kegiatan bercocok tanam seharusnya tetap memperhatikan dampaknya terhadap kawasan sekitar. Jangan sampai kegiatan pertanian justru menimbulkan persoalan bagi masyarakat lain.
‎
‎“Padahal kita ini mau bercocok tanam, tapi ke orang lain akhirnya korban. Kalau mau ya silakan merintis saja kalau mau menanam dan berkebun,” pungkasnya.
‎
‎DPRD PPU mendorong masyarakat lebih berhati-hati dalam mengelola lahan selama musim kemarau. Pencegahan sejak awal dinilai penting agar aktivitas pembukaan lahan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.(adv)

Total Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *