Pemkab PPU

Bupati PPU Diproyeksikan Terima Gelar Kehormatan Kakak Demong Agung Nata Negara

302
×

Bupati PPU Diproyeksikan Terima Gelar Kehormatan Kakak Demong Agung Nata Negara

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten PPU Aji Luqman Panji

PENAJAM – Agenda tahunan yang sarat akan nilai budaya, Festival Belian Adat Paser Nondoi, dipastikan bakal menyuguhkan momen bersejarah yang penuh kekhidmatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, festival akbar ini akan digelar pada November mendatang dengan menghadirkan berbagai prosesi ritual sakral khas masyarakat adat setempat di panggung utama.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten PPU telah merencanakan sebuah agenda khusus dalam rangkaian pembukaan festival, yakni penyematan gelar kehormatan adat Paser kepada Bupati PPU, Mudyat Noor.

Penganugerahan penghargaan adat kepada pimpinan tertinggi di pemerintahan daerah ini merupakan wujud pelestarian tradisi penghormatan luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur kepada para penguasa daerah yang berdedikasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten PPU, Aji Luqman Panji, menyebut proses penetapan rincian nama gelar saat ini masih terus dimatangkan melalui koordinasi intensif bersama jajaran pengurus Lembaga Adat Paser (LAP).

“Gelar kehormatan ini memang secara khusus diperuntukkan bagi pejabat negara, pimpinan tinggi pemerintahan, atau penguasa daerah yang berjasa, dan rencananya akan diserahkan secara langsung di lokasi prosesi adat ketika acara pembukaan festival resmi dimulai,” katanya, Selasa (13/10/2026).

Guna menghindari adanya kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat, Aji Luqman secara khusus memberikan klarifikasi penting terkait sebutan gelar yang rencananya akan disematkan. Ia menegaskan bahwa gelar yang tengah dipersiapkan adalah Kakak Demong Agung Nata Negara, bukan Nata Diningrat.

Ia meluruskan bahwa frasa Nata Negara secara khusus dialokasikan bagi jajaran pimpinan tertinggi di dalam struktur pemerintahan formal. “Sementara sebutan Nata Diningrat umumnya hanya diperuntukkan bagi tokoh-tokoh yang memiliki trah atau mengalirkan garis keturunan bangsawan dengan gelar kehormatan Aji,” terangnya.

Koordinasi yang cermat bersama pihak Lembaga Adat Paser dianggap sangat krusial, terutama dalam menentukan penomoran urutan tingkatan gelar tersebut. Penandaan ini mutlak diperlukan untuk menjaga nilai historis agar tidak terjadi kekeliruan administratif maupun kultural dengan para pemimpin PPU terdahulu yang telah lebih dahulu menerima kehormatan serupa.

Berdasarkan arsip catatan Disbudpar PPU, penganugerahan gelar kehormatan Kakak Demong Agung Nata Negara tercatat baru diberikan kepada dua pimpinan daerah sebelumnya. Pada tahun 2007, gelar tersebut dianugerahkan kepada mantan Bupati Yusran Aspar saat momen bersejarah pengukuhan Dewan Adat Paser di Gunung Seteleng, kemudian pada tahun 2018 disematkan kepada Abdul Gafur Mas’ud (AGM) dalam rangkaian ritual pesta adat Nondoi.

Dengan diproyeksikannya Mudyat Noor sebagai penerima ketiga dalam sejarah perjalanan Kabupaten PPU pada tahun 2026 ini, pihak Disbudpar berharap Lembaga Adat Paser dapat mencermati penyesuaian urutan historis secara saksama. Seluruh tahapan ritual penganugerahan gelar pada Festival Nondoi nanti diharapkan dapat berlangsung khidmat, sakral, berkesinambungan, serta menjadi sumber kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. (Adv)

 

Total Views: 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *