PENAJAM – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menerapkan strategi baru dalam melancarkan pembangunan fasilitas publik agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat luas.
Langkah taktis ini ditempuh guna memastikan kelanjutan proyek pembangunan Pasar Waru agar tidak bernasib sama seperti bangunan pasar di Kecamatan Babulu yang berujung tidak terpakai secara maksimal. Dalam perencanaan kali ini, pemerintah berkomitmen penuh untuk melibatkan para pedagang secara aktif dan langsung.
Dialog interaktif dan sosialisasi konsep tata letak bersama pengurus Perhimpunan Pedagang Pasar Waru dijadwalkan bakal bergulir mulai awal tahun mendatang. Pendekatan partisipatif ini dipandang sangat esensial agar fasilitas publik yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan riil para pelaku usaha di lapangan.
Sekretaris Dinas KUKM Perindag PPU, Syamsul Adha, menegaskan pentingnya menyelaraskan perencanaan fisik dengan aspirasi para pelaku usaha lokal. “Jangan sampai nanti terjadi kayak di Babulu, kita bangun tiga gedung, satu enggak terpakai, kan sia-sia ini, besar lagi,” kata Syamsul, Kamis (29/10/2026).
Pemerintah juga menaruh perhatian khusus pada karakteristik operasional Pasar Waru yang bersifat mingguan. Mengingat ritme aktivitas perdagangan hanya berlangsung dua kali dalam sepekan, konsep arsitektur dan tata ruang harus dirancang seawal mungkin agar efisiensi fungsi bangunan tercapai secara prima.
“Nah, itu juga kita pikirkan supaya bangunan ini efektif, efisien, betul-betul kita bangun itu memiliki fungsi,” lanjut Syamsul.
Tidak hanya fokus pada fisik gedung utama, pengerjaan proyek lanjutan ini juga mencakup perbaikan menyeluruh pada sarana pendukung seperti pelebaran akses jalan, pembenahan sanitasi, drainase, penyediaan air bersih, hingga musala. Untuk merealisasikannya, Pemkab PPU mengajukan estimasi anggaran Rp15,8 miliar melalui APBN ke Kementerian Perdagangan.
“Bangunan yang sempat terhenti selama empat hingga lima tahun ini diharapkan bisa segera dirampungkan demi memfasilitasi sekitar 100 pedagang eksisting,” tutup Syamsul. (Adv)












