MEDAN – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mempelajari model pengembangan tanaman aren yang diterapkan PT Sultan Aren Indonesia (SAI) di Sumatera Utara. Sistem tersebut dinilai menarik karena mengintegrasikan sektor perkebunan dengan pendidikan, pengolahan hasil, dan pemberdayaan masyarakat.
Pembelajaran dilakukan melalui kunjungan Wakil Bupati Kutim Mahyunadi bersama rombongan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hidayah binaan PT SAI di Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, beberapa waktu lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Mahyunadi bersama Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Kutim Aliansyah Saragih meninjau langsung aktivitas budidaya dan pengolahan aren. Rombongan juga melihat proses produksi gula semut yang melibatkan para santri.
Mahyunadi menilai pola pembinaan tersebut dapat menjadi referensi bagi Kutim dalam mengembangkan komoditas aren. Menurutnya, santri tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga keterampilan kewirausahaan melalui pengolahan hasil perkebunan.
Ia juga mencicipi kolang-kaling yang diolah dengan gula aren. Mahyunadi menjelaskan berbagai bagian tanaman aren dapat dimanfaatkan dan menghasilkan produk bernilai jual.
“Buah aren menghasilkan biji yang diolah menjadi kolang-kaling. Setelah melalui proses perebusan, pengupasan getah, dan pemipihan, biji muda tersebut menjadi produk pangan yang bernilai jual,” ujarnya.
Selain buah, nira aren dapat diolah menjadi gula aren, gula semut, maupun berbagai produk minuman. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peluang usaha turunan dari satu komoditas.
Aliansyah menambahkan, PT SAI saat ini mengembangkan tiga jenis bibit aren. Salah satu yang menjadi perhatian Pemkab Kutim adalah Aren Genjah karena pohon induknya berasal dari Kutim dan telah ditetapkan sebagai varietas Aren Genjah Nasional oleh Menteri Pertanian.
Namun, keberadaan pohon induk yang berada di kawasan Taman Nasional Kutai menjadi alasan perlunya pengembangan kebun induk duplikat.
“Langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan penyediaan bibit unggul,” kata Aliansyah.
Ia menyebut aren memiliki manfaat ekonomi yang luas. Selain nira dan kolang-kaling, tanaman tersebut menghasilkan ijuk, lidi, batang, hingga pati atau sagu aren yang berpotensi mendukung ketahanan pangan.
Pemkab Kutim membuka peluang kerja sama dengan PT SAI dalam pengembangan bibit, peningkatan kapasitas petani, penguatan industri pengolahan, pemasaran, dan kelembagaan.(ADV/prokopim/Kutim)













