SANGATTA — Pemerintah Desa Singa Gembara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menargetkan wilayahnya mencapai zero stunting pada 2027. Target tersebut didukung melalui intervensi konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) yang dilakukan secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Desa Singa Gembara Hamriani Kassa saat memaparkan kinerja dan inovasi desa dalam Penilaian Desa Berkinerja Baik P3S 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Presentasi berlangsung secara daring dari Ruang Rapat Kantor Diskominfo Staper Kutim, belum lama ini.
Hamriani mengatakan, optimisme mencapai target tersebut didukung tren penurunan stunting di wilayahnya. Prevalensi stunting tercatat turun dari 26,45 persen pada Juli menjadi 16,69 persen pada akhir Desember.
Data desa juga menunjukkan jumlah anak stunting menurun dari 35 anak pada September menjadi 21 anak pada Oktober, 22 anak pada November, dan 16 anak pada Desember 2025.
Salah satu upaya yang menjadi andalan adalah Dapur Stunting. Program tersebut dirancang tidak hanya untuk memberikan makanan tambahan kepada balita sasaran, tetapi juga mengedukasi keluarga tentang pemenuhan gizi dan pola asuh.
“Melihat tren penurunan yang sangat positif ini, kami optimis dan berkomitmen penuh untuk terus melanjutkan intervensi konvergensi P3S secara berkesinambungan hingga mewujudkan target zero stunting di Desa Singa Gembara pada 2027 mendatang,” tutur Hamriani.
Dapur Stunting dibentuk melalui musyawarah di tingkat dusun dan RT dengan melibatkan BPD, pengurus RT, serta tokoh masyarakat. Pemerintah desa kemudian menerbitkan SK Penunjukan Pengelola sebagai dasar pengelolaan program.
Sebanyak lima kader terlibat dalam operasional dapur, termasuk mengolah dan mendistribusikan makanan tambahan langsung ke rumah warga sasaran. Menu harian disusun berdasarkan pedoman ahli gizi Puskesmas Teluk Lingga dengan memanfaatkan potensi lokal.
Program tersebut juga diperkuat dukungan CSR PT Pama Persada Nusantara dan PT United Tractors untuk PMT di Posyandu.
Hamriani berharap program yang telah berjalan dapat terus dipertahankan sehingga penurunan angka stunting di Singa Gembara berlanjut dan kesadaran keluarga terhadap pemenuhan gizi anak semakin kuat.(ADV/prokopim/Kutim)













