PENAJAM – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata. Langkah konkret kini tengah dimatangkan untuk merancang program pemberdayaan serta bantuan usaha ekonomi mandiri bagi kelompok penyandang disabilitas, yang diproyeksikan masuk ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni Tahun Anggaran 2027.
Kepala Dinsos Kabupaten PPU, Ainie, menjelaskan kebijakan strategis ini dilatarbelakangi oleh keinginan kuat pemerintah daerah untuk mendorong kemandirian finansial para penyandang disabilitas. Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, banyak warga penyandang disabilitas yang sebenarnya memiliki potensi keahlian serta keterampilan vokasi yang sangat potensial untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
“Bantuan bagi penyandang disabilitas agar mereka bisa mandiri, seperti melalui usaha ekonomi, rencananya kita masukkan dalam catatan program tahun 2027,” kata Ainie saat memberikan keterangan resmi, Kamis (15/10/2026).
Sebagai tahap awal yang krusial, Dinsos PPU saat ini sedang mengintensifkan proses pendataan serta pemetaan jenis keterampilan yang dimiliki oleh warga sasaran. Verifikasi ini dinilai sangat penting agar bantuan yang nantinya digelontorkan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil di tengah masyarakat.
“Kawan-kawan disabilitas ini kan punya keahlian dan keterampilan ya, seperti servis handphone, keterampilan komputer, hingga menjahit. Itu kemarin sudah kita petakan,” ungkap Ainie.
Selain alokasi anggaran, Pemkab PPU juga berencana menyertakan program pelatihan lanjutan guna mengasah kapasitas para peserta. Terkait bentuk stimulus yang akan diberikan, apakah berupa dana tunai untuk modal usaha atau pengadaan alat kerja langsung, pihak Dinsos mengaku masih mengkaji opsi terbaik melalui evaluasi mendalam bersama tim teknis terkait.
“Mengenai usulan kawan-kawan yang mewakili penyandang disabilitas, seperti pelatihan menjahit, nanti apakah akan kita berikan berupa dana tunai atau alat kerja, itu masih kita evaluasi terlebih dahulu,” tambah Ainie.
Melalui intervensi program yang terpadu ini, Dinsos PPU optimis para penyandang disabilitas di daerahnya tidak sekadar diberi ruang untuk mengekspresikan karya, melainkan juga memiliki ketahanan ekonomi yang kokoh dan mandiri. (Adv)













