Top Banner
AdventorialAdventorial DPRD PPU

DPRD PPU Soroti Krisis Air Karang Jinawi, Warga Diminta Tak Dibiarkan Kekurangan Pasokan

290
×

DPRD PPU Soroti Krisis Air Karang Jinawi, Warga Diminta Tak Dibiarkan Kekurangan Pasokan

Sebarkan artikel ini

PENAJAM – Krisis air bersih yang melanda masyarakat Desa Karang Jinawi, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mendapat perhatian DPRD. Pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari dinilai harus terus dipastikan selama musim kemarau.

Wakil Ketua I DPRD PPU, Syahrudin M Noor, mengatakan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air membutuhkan bantuan segera. Ia mendorong pemerintah desa aktif melaporkan kondisi tersebut kepada pihak terkait agar distribusi air dapat dilakukan.

“Memang musim sekarang tidak dapat air, harus dibantu. Kalau ada kepeduliannya, kades itu harus melaporkan ke Otorita, silakan tangki ke sana,” ujarnya, Senin (7/9/2026).

Sebelumnya, BPBD PPU telah menyalurkan sekitar 62 ribu liter air bersih ke Karang Jinawi dalam 11 trip. Namun, kebutuhan masyarakat tetap perlu menjadi perhatian selama kondisi kekeringan berlangsung.

Menurut Syahrudin, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak dapat diabaikan. Terlebih, Karang Jinawi berada di wilayah yang berdekatan dengan kawasan pembangunan IKN.

“Kalau memang itu wilayah masyarakat sana, IKN kan baru dibangun dan direncanakan ibu kota, kenapa tidak kamu sambungkan saja ke sana kalau memang itu berlebihan,” katanya.

Ia menilai dukungan terhadap masyarakat tidak harus hanya mengandalkan satu pihak. Otorita IKN maupun pemerintah daerah dapat mengambil peran sesuai kewenangan dan kemampuan masing-masing untuk membantu warga yang mengalami kesulitan air.

Selain Karang Jinawi, sejumlah wilayah lain seperti Babulu Laut, Labangka, dan Api-Api juga disebut mengalami kekeringan. Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan penanganan air bersih perlu disesuaikan dengan kondisi wilayah terdampak.

Syahrudin menegaskan pentingnya kepedulian terhadap masyarakat dalam menghadapi persoalan kebutuhan dasar.

“Kalau kita tidak peduli kepada masyarakat kita, apa fungsi kita, sementara kita hadir di sini untuk membantu kepedulian masyarakat,” pungkasnya. (Adv)

Total Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *