Top Banner
AdventorialKutim

Intrusi Air Laut Masuk Sungai Sangatta, Perumdam Pastikan Intake IPA Kabo Masih Aman

331
×

Intrusi Air Laut Masuk Sungai Sangatta, Perumdam Pastikan Intake IPA Kabo Masih Aman

Sebarkan artikel ini

SANGATTA — Intrusi air laut mulai terpantau memasuki alur Sungai Sangatta saat kondisi pasang. Namun, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur (Kutim) memastikan kondisi tersebut belum mencapai titik pengambilan air baku Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo.

Direktur Utama Perumdam TTB Kutim Suparjan mengatakan, kepastian tersebut berdasarkan hasil pemantauan berkala yang dilakukan sepanjang Agustus 2026. Pengujian dilakukan di sejumlah titik sampel untuk mengetahui pergerakan intrusi air laut, terutama ketika muka air Sungai Sangatta mengalami pasang.

Sungai Sangatta menjadi salah satu sumber air baku bagi IPA Kabo. Karena itu, perubahan kualitas air di bagian hilir terus dipantau, termasuk kadar klorida yang menjadi salah satu indikator masuknya air laut ke badan sungai.

Baku mutu maksimum kadar klorida untuk air baku ditetapkan sebesar 300 ppm. Hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan kadar klorida di Jembatan Kampung Kajang.

Pada 16 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA, kadar klorida di lokasi tersebut masih 0,2 ppm. Kemudian pada 20 Agustus pukul 16.30 WITA meningkat menjadi 59,7 ppm.

Peningkatan kembali terjadi pada 24 Agustus pukul 08.00 WITA. Hasil pengujian di Jembatan Kampung Kajang mencatat kadar klorida mencapai 315,6 ppm atau telah melewati ambang batas 300 ppm.

Namun, kondisi berbeda ditemukan di Kawasan Porodisa. Pada hari yang sama pukul 10.15 WITA, Perumdam mengambil sampel sekitar 3 kilometer di hilir Intake IPA Kabo. Hasilnya, kadar klorida hanya 2,5 ppm.

“Hasil uji di daerah Porodisa yang berjarak 3 km di hilir Intake IPA Kabo menunjukkan kadar klorida sebesar 2,5 ppm. Artinya, air baku yang masuk ke instalasi pengolahan IPA Kabo dipastikan AMAN dan laik untuk diproses menjadi air bersih,” tegas Suparjan.

Perumdam TTB memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara ketat dan berkala. Langkah tersebut untuk mengantisipasi pergerakan intrusi sekaligus menjaga kualitas air baku yang diolah dan didistribusikan kepada masyarakat.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 314

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *