Top Banner
Pemkab PPU

Jadikan Masjid Tempat ‘Nongkrong’ Positif Generasi Muda

4
×

Jadikan Masjid Tempat ‘Nongkrong’ Positif Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) PPU aktif ajak pemuda jadi lebih lagi.

PENAJAM – Di balik masifnya tantangan era digital dan derasnya arus modernisasi, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah terobosan untuk menyelamatkan masa depan generasi muda. Bukan sekadar membangun gedung megah, Pemkab PPU kini mendorong transformasi besar-besaran: menjadikan masjid sebagai ruang kreatif, pusat edukasi, dan wadah utama pembinaan karakter pemuda.

Gagasan strategis ini mengemuka secara kuat dalam pembukaan Pembinaan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kabupaten PPU Tahun 2026 yang mengusung tema pragmatis, “Masjid Berdaya, Umat Sejahtera”.

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, menggarisbawahi bahwa estafet kepemimpinan dan kemakmuran umat sepenuhnya berada di tangan para pemuda. Tanpa keterlibatan aktif generasi muda hari ini, kemegahan fisik bangunan masjid terancam hanya menjadi ruang kosong tanpa daya di masa depan. Oleh karena itu, pengurus DKM diminta meruntuhkan sekat formalitas dan membuka pintu selebar-lebarnya bagi ide-ide segar anak muda.

“Masjid yang megah tentu merupakan sebuah kebanggaan. Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana menjadikan masjid tersebut hidup, aktif, terawat, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi jamaah dan masyarakat di sekitarnya,” ucap Waris, Rabu (23/9/2026).

Melalui pendekatan yang lebih inklusif dan ramah pemuda, masjid-masjid di seluruh wilayah PPU diproyeksikan tidak hanya menjadi sarana ibadah ritual semata. Lebih dari itu, masjid didorong menjadi pusat interaksi sosial positif, pengembangan literasi, pelatihan wirausaha syariah, hingga aksi kepedulian lingkungan. Pemkab PPU meyakini, ketika anak muda merasa nyaman dan memiliki peran kunci di masjid, potensi dampak negatif modernisasi dapat diredam secara alami.

Waris mengingatkan, warisan terpenting bagi generasi penerus bukanlah sekadar fasilitas fisik yang megah, melainkan nilai-nilai rasa cinta dan tanggung jawab moral untuk memeliharanya.

“Jangan sampai masjid hanya diwariskan secara fisik kepada generasi berikutnya, tetapi juga harus diwariskan semangat untuk memakmurkan dan mencintai masjid,” tambahnya.

Sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan barisan pemuda ini menjadi pilar utama Pemkab PPU dalam mencetak generasi penerus yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter mulia dan religius. (adv)

 

Total Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *