Top Banner
AdventorialKutim

Menjelajah “Magic Land”, Bupati Ardiansyah Tantang Mahasiswa STIPER Kutim Ubah Potensi Desa Jadi Solusi Nyata

315
×

Menjelajah “Magic Land”, Bupati Ardiansyah Tantang Mahasiswa STIPER Kutim Ubah Potensi Desa Jadi Solusi Nyata

Sebarkan artikel ini

SANGATTA — Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menantang ratusan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXII Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur untuk tidak sekadar menjalankan program rutin di desa. Mahasiswa didorong mampu menemukan serta mengembangkan potensi daerah yang selama ini belum tergarap optimal.

Pesan tersebut ditekankan Ardiansyah saat membuka Pembekalan (Santiaji) KKN STIPER Kutim Tahun 2026 di Aula Kampus STIPER Kutim. Ia menyatakan, tema pengabdian tahun ini selaras dengan visi daerah, yakni “Kutai Timur Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing.”

Menurutnya, wilayah Kutai Timur menyimpan kekayaan luar biasa yang layak dijuluki sebagai Magic Land. Sektor pertanian hingga kelautan dinilai masih menyimpan ruang luas untuk dieksplorasi.

“Kutai Timur ini saya sebut sebagai Magic Land, karena potensi alamnya luar biasa. Kita punya laut, garis pantai, hingga sumber daya alam yang sangat besar. Persoalannya, sampai hari ini masih banyak yang belum mampu kita eksplorasi,” ujar Ardiansyah.

Secara khusus, ia menyoroti sektor kelautan di Kecamatan Kaubun yang belum dimanfaatkan secara maksimal, meski daerah tersebut memiliki garis pantai yang panjang. Tantangan ini secara khusus ditujukan kepada mahasiswa dari Program Studi Ilmu Kelautan agar menghadirkan inovasi nyata di lapangan.

Selain kekayaan alam, Ardiansyah menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan. Keunggulan komparatif daerah tidak akan bernilai maksimal tanpa kehadiran SDM yang kreatif dan siap mengelola potensi yang ada.

Melalui ajang KKN ini, mahasiswa diimbau untuk menjadikannya sebagai ruang belajar langsung bersama masyarakat. Tujuannya jelas: mengenali persoalan di tingkat desa sekaligus menghadirkan solusi berkelanjutan yang dapat diterapkan bahkan setelah masa KKN selesai.

“KKN jangan hanya menjadi kegiatan akademik, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi bagian dari pembangunan Kutai Timur,” pungkasnya.(adv)

Total Views: 312

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *