Top Banner
AdventorialKutim

Pemkab Kutai Timur Siapkan Perlengkapan Sekolah Gratis, Tekan Risiko Putus Sekolah

323
×

Pemkab Kutai Timur Siapkan Perlengkapan Sekolah Gratis, Tekan Risiko Putus Sekolah

Sebarkan artikel ini
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 80?

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memperluas kebijakan pendidikan gratis melalui bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak di daerah. Program tersebut disiapkan untuk mengurangi hambatan ekonomi keluarga sekaligus menekan angka putus sekolah.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan kebijakan tersebut saat membuka Talkshow “Sekolah Seru Mimpiku Melaju #AmandiSekolah” dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Ruang Akasia, GSG Bukit Pelangi.

Bantuan yang disalurkan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim mencakup seragam dan pakaian sekolah, sepatu, tas sekolah, buku, serta berbagai perlengkapan belajar. Pemerintah daerah menilai kebutuhan perlengkapan pendidikan tidak seharusnya menjadi alasan bagi anak untuk tidak bersekolah.

“Kita berikan pakaian, sepatu, buku, hingga tas sekolah gratis. Supaya para orang tua tidak ada alasan lagi untuk tidak menyekolahkan anaknya karena kendala biaya perlengkapan. Tidak boleh ada anak di Kutai Timur yang tidak mengenyam pendidikan,” tegas Bupati.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Pemkab Kutim dalam menjamin hak dasar anak. Pemerintah daerah sebelumnya juga mencanangkan program Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK).

Pemkab Kutim juga memperluas akses PAUD hingga pelosok desa. Saat ini seluruh desa di Kutim disebut telah memiliki PAUD sebagai bagian dari upaya memastikan anak mendapatkan layanan pendidikan sejak usia dini.

“Kami membaca dan menelaah betul apa yang menjadi aspirasi anak-anak kita. Pemerintah punya kewajiban untuk memfasilitasi. Alhamdulillah, saat ini di seluruh desa se-Kabupaten Kutai Timur sudah berdiri PAUD,” pukas Ardiansyah.

Peningkatan kualitas pendidikan juga dilakukan melalui pengembangan kompetensi guru. Pemkab Kutim telah memfasilitasi beasiswa S1 PAUD bagi lebih dari 400 guru PAUD desa melalui kerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kelulusan perdana program tersebut dijadwalkan pada Agustus 2026.

Selain pendidikan formal, pemerintah daerah mulai menyiapkan pembangunan Taman Terbuka Hijau (RTH) ramah anak dan keluarga di seluruh kecamatan secara bertahap. Ruang tersebut diarahkan menjadi tempat interaksi publik yang aman dan sehat bagi anak serta keluarga.(adv)

Total Views: 308

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *