SANGATTA – Gula Aren Genjah Desa Kandolo, Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), memiliki peluang pasar hingga tingkat internasional. Namun, tingginya permintaan belum sepenuhnya dapat dipenuhi karena kapasitas produksi komoditas tersebut masih terbatas.
Potensi tersebut terungkap dalam audiensi pembahasan pengajuan Hak Indikasi Geografis (IG) Gula Aren Genjah Kandolo di Ruang Kerja Bupati Kutim, Rabu (12/8/2026).
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan produk Gula Aren Genjah Kandolo memiliki pasar yang luas, mulai dari dalam daerah hingga luar negeri.
“Pasaran banyak, baik lokal, regional, maupun pasar global,” kata Ardiansyah.
Dalam audiensi disebutkan, permintaan gula aren untuk pasar luar daerah bahkan internasional telah muncul. Salah satu pelaku usaha yang terhubung dengan pasar Amerika Serikat pernah menyampaikan kebutuhan hingga 20 ton. Namun, kapasitas produksi Gula Aren Genjah Kandolo saat ini belum mampu memenuhi permintaan tersebut secara optimal.
Permintaan pasar lokal juga disebut cukup tinggi. Salah satu peserta audiensi menyampaikan pelaku usaha bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan dalam beberapa bulan terakhir.
“Kalau untuk sementara ini empat bulan ini pasar dalam saja sudah kewalahan,” ungkap salah satu peserta audiensi.
Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Perkebunan Kutim Alamsyah Saragih mengatakan peluang tersebut harus diikuti penguatan produksi dari sektor hulu. Ketersediaan bibit dan pohon induk menjadi salah satu perhatian.
“Walau bagaimanapun rencana kita hilirisasi, tapi kalau tidak ada bibit yang akan kita jadikan untuk bahan tanamnya, maka sia-sialah hilirisasi itu,” jelas Alamsyah.
Pada 2022 tercatat 154 pohon induk terpilih sebagai sumber bibit. Jumlah tersebut kini telah berkurang sehingga diperlukan penambahan. Dinas Perkebunan akan berkoordinasi dengan pemulia tanaman dari Balit Palma Manado dan kementerian terkait.
Selain bibit, keterbatasan tenaga kerja juga menjadi kendala. Seorang penyadap disebut dapat menghasilkan sekitar 25 kilogram gula per hari, bergantung pada kondisi produksi.
Pemerintah juga mendorong keterlibatan generasi muda melalui koordinasi dengan Komite Tani Muda dan kelompok pemuda tani.
Sementara itu, pengembangan produk terus dilakukan melalui gula cetak, gula semut, gula cube dan gula cair atau “juruh”. Penguatan produksi dan mutu diharapkan membuat Gula Aren Genjah Kandolo mampu memenuhi permintaan pasar yang lebih luas.(ADV/prokopim/Kutim)













